KRI Teluk Hading 538, Kapal Perang Jerman Dibeli Jenderal Soeharto

Febrika Indirawati

VIVA – Sepanjang masa pemerintahan Presiden Soeharto, TNI AL kerap membeli kapal perang eks Jerman Timur. Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang masuk dalam paket ini adalah KRI Teluk Hading 538.

Berdasarkan informasi yang dilansir akun Instagram TNI AL Selasa 30 Juni 2020, KRI Teluk Hading 538 yang dibangun dan diproduksi oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur pada tahun 1978. 

Kapal untuk Angkatan Laut Jerman Timur itu memiliki nomor lambung 614 dan berjenis Frosch-I/Type 108 ini baru bergabung bersama TNI AL pada tahun 1995. Sebelum bergabung dengan TNI AL, kapal perang eks Jerman Timur ini bernama Cottbus 614.

KRI Teluk Hading 538 tercatat memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai penangkut pasukan pendarat, pengangkut peralatan tempur, dan pengangkut kendaraan amphibi.

Memiliki berat 1,900 ton, KRI Teluk Hading 538 memiliki kemampuan untuk berlayar selama 14 hari tanpa henti dengan kecepatan maksimal 17 knot. Kapal ini hanya mampu mengangkut kargo hingga seberat 600 ton.

Meski termasuk dalam jajaran kapal perang, namun KRI Teluk Hading 538 termasuk kapal perang jenis kapal pendarat kelas Teluk Gilimanuk milik TNI AL. Sehingga KRI Teluk Hading 538 hanya dilengkapi persenjataan diri berupa 1 kanon laras ganda kaliber 37mm Model 1939 dan 2 kanon laras ganda kaliber 25mm.

Kemudian KRI ini juga dilengkapi Meriam Bofors 40/70 berkaliber 40mm dengan radar MR-302/Strut Curve Air/Surface Search.