Kriket berjuang agar dipertandingkan di Olimpiade Los Angeles 2028

Federasi kriket internasional, ICC, bulan ini akan menyampaikan paparan kepada panitia Olimpiade Los Angeles 2028 agar olahraga itu bisa dipertandingkan lagi di pesta olahraga musim panas itu setelah 128 tahun lamanya.

Kriket masuk dalam daftar pendek calon cabang olahraga "baru" oleh panitia Olimpiade Los Angeles 2028 bersama bisbol-sofbol, flag football, lacrosse, breakdance, karate, kickboxing, squash, dan otosport.

Varian kriket yang akan diusulkan adalah Twenty20, format terpendek olahraga tersebut yang telah memperoleh reputasi lewat Liga Premier India dan waralaba kompetisi serupa di beberapa negara lain.

Kota penyelenggara biasanya berhak untuk mencantumkan cabang olahraga baru Olimpiade, tapi tetap harus mendapat persetujuan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

IOC diperkirakan bakal mengambil keputusan akhir terkait cabang-cabang olahraga itu pada rapat di Mumbai, India, tahun depan, kata sumber dekat yang dikutip Reuters, Kamis.

Sedikitnya 28 cabang olahraga telah tercantum dalam program awal yang diumumkan panitia Olimpiade Los Angeles 2028 pada Desember lalu.

Baca juga: Paris tuan rumah Olimpiade 2024, Los Angeles 2028

Kriket hanya pernah sekali dipertandingkan dalam Olimpiade yakni pada edisi Paris 1900, di mana Inggris menaklukkan Prancis --yang kebanyakan diperkuat ekspatriat Inggris-- di partai final untuk menyabet medali emas.

Terlepas dari dominasi Inggris dan India yang terlalu awet, kriket belakangan mulai populer lagi serta dilibatkan dalam ajang-ajang multievent di dunia.

Twenty20 putri saat ini dipertandingkan di pesta olahraga negara-negara persemakmuran Inggris, Commonwealth Games, di Birmingham. Kriket juga kembali ke Asian Games 2022 Hangzhou --yang pelaksanaannya tertunda ke tahun depan-- setelah absen dari edisi 2018 di Jakarta.

Tahun depan kriket juga bakal dimainkan di African Games 2023 Ghana dan SEA Games 2023 Kamboja.

Mengingat popularitas kriket yang tidak seberapa di Amerika Serikat, kebanyakan kalangan meyakini bahwa olahraga itu lebih punya peluang ambil bagian di Olimpiade Brisbane 2032.

Kendati demikian, ICC tak menyurutkan niat mereka untuk memanfaatkan peluang meningkatkan popularitas kriket di Amerika Serikat, yang sebetulnya merupakan pasar terbesar hak siar olahraga tersebut setelah India dan Inggris berkat keberadaan diaspora India dan Pakistan di Negeri Paman Sam.

ICC bersikeras bahwa Olimpiade Los Angeles 2028 bakal menjadi panggung sempurna untuk menarik perhatian lebih banyak mata di Amerika Serikat.

Baca juga: LA28 umumkan tanggal penting Olimpiade Musim Panas

Di India sendiri, popularitas kriket melebihi olahraga apapun yang dipertandingkan di Olimpiade, sesuatu yang menjadi pokok argumen ICC ketika bertemu panitia Los Angeles 2028.

Di Commonwealth Games tahun ini, Twenty20 putri terbukti sukses membukukan penjualan lebih dari 150 ribu tiket.

"Berada di ajang multievent, entah itu Commonwealth Games, Asian Games, ataupun African Games, sangat baik bagi pertumbuhan kriket," kata Kepala Eksekutif ICC Geoff Allardice pekan lalu.

Allardice tak ubahnya menjadi penyambung lidah atas sentimen yang juga merebak di kalangan mantan atlet kriket.

"Senangnya melihat kriket T20 di Commonwealth Games. Tujuan berikutnya, Olimpiade," cuit mantan pemain kriket India, Mohammad Kaif.

Baca juga: Selancar masuk Olimpiade Los Angeles 2028, angkat besi belum pasti

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel