Kriminal kemarin, pejabat BPN ditangkap hingga begal Jakut

Beragam peristiwa kriminal terjadi di sepanjang Jumat (15/7), antara lain penangkapan tiga orang pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) hingga begal di Jakarta Utara (Jakut).

Berikut rangkumannya :

1. Polisi tangkap tiga orang pejabat BPN terkait mafia tanah

Jakarta (ANTARA) - Penyidik Sub Direktorat Harta dan Benda (Subdit Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap tiga pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) diduga terkait mafia tanah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan dua tersangka berinisial NS (50) dan RS (58) berstatus sebagai pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN), sedangkan satu tersangka berinisial PS (59) merupakan pensiunan BPN.
Selengkapnya bisa baca di sini


2. Pelaku pembegalan di Kebon Bawang diringkus di Cibitung

Jakarta (ANTARA) - Tersangka pembegalan dan pembunuhan terhadap YJ (29) di Jalan Kebon Bawang VII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, diringkus polisi di di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Jumat.

Kepala Kepolisian Sektor Tanjung Priok Komisaris Polisi Muhammad Yamin mengemukakan tersangka pembunuhan bermotif pencurian dengan kekerasan terhadap korban pada Selasa (12/7) dinihari lalu berinisial EW yang masih berusia belasan tahun.
Selengkapnya bisa baca di sini


3. Bareskrim tangkap 14 pelaku penyalahgunaan LPG subsidi di Pulogebang

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Mabes Polri menangkap 14 tersangka kasus dugaan penyalahgunaan elpiji (LPG) bersubsidi di Pulogebang, Jakarta Timur.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag
Penum) pada Divisi Hubungan Masyarakat
(Divhumas) Mabes Polri Kombes Pol Nurul Azizah mengatakan, pengungkapan kasus itu berdasarkan laporan polisi yang teregistrasi dengan nomor LP/A/0353/VII/2022/SPKT.Dittipidter/Bareskrim Polri pada 7 Juli 2022.
Selengkapnya bisa baca di sini


4.ESDM apresiasi Bareskrim Polri ungkap kasus penyalahgunaan LPG subsidi

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengapresiasi jajaran Bareskrim Polri karena mengungkap kasus penyalahgunaan elpiji (LPG) bersubsidi di Pulogebang, Jakarta Timur.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Soerjaningsih mengatakan, elpiji bersubsidi hadir untuk meningkatkan daya beli masyarakat kurang mampu. Namun ternyata ada yang memanfaatkan hal tersebut untuk keuntungan pribadi.
Selengkapnya bisa baca di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel