Kriminal kemarin, tafsir keliru 'satya haprabu' hingga panggilan KPK

Lima berita kriminalitas pada Senin (5/9), telah diwartakan ANTARA dan cukup menarik perhatian publik yakni ada tafsir keliru 'satya haprabu' hingga panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Anies Baswedan.

Berikut rangkumannya agar dapat memberi tambahan informasi kepada Anda sebagai berikut:

1. Lemkapi: Banyak anggota Polri keliru tafsirkan doktrin satya haprabu

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan mengatakan banyak anggota Polri keliru menafsirkan doktrin satya haprabu sehingga terseret kasus pembunuhan Brigadir J

Akibat salah penafsiran itu, hampir 100 anggota Polri diperiksa Tim Khusus karena diduga terkait perintah mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo untuk merekayasa pembunuhan, kata Edi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

"Bahkan ada 35 orang loyalis Ferdy Sambo, termasuk Brigjen Hendra Kurniawan bakal dijerat dengan pelanggaran etik dan pidana," katanya.

Baca selengkapnya


2. Polisi jelaskan kasus penculikan di Halim hanya salah paham

Polisi jelaskan kasus dugaan penculikan anak sekolah di Komplek Lanud Halim, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Kamis (1/9), merupakan salah paham.

"Itu bukan kasus penculikan, hanya salah paham," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi di Jakarta, Senin.

Baca selengkapnya


3. Polisi tangkap ibu rumah tangga penjual delapan mobil sewaan

Polisi menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial IS lantaran melakukan penggelapan dengan cara menggadaikan delapan mobil yang disewakan kepadanya.

"IS awalnya menyewa satu mobil dari temannya kemudian digadaikan," kata Kapolsek Kalideres, AKP Syafri Wasdar saat ditemui di Mapolsek Kalideres, Senin.

Baca selengkapnya

​​​​​​​
4. Deolipa laporkan Aliansi Advokat Anti Hoax ke polisi

Mantan pengacara Bharada E, Deolipa, melaporkan balik Ketua Umum Aliansi Advokat Anti Hoax Zakirudin terkait dengan pencemaran nama baik dan membuat keonaran.

"Laporannya adalah perkara pencemaran nama baik dan membuat keonaran melalui informasi dan transaksi elektronik (ITE)," kata Deolipa di Jakarta, Senin (5/9).

Baca selengkapnya


​​​​​​​5. Anies terima panggilan KPK terkait Formula E

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima surat panggilan dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terkait ajang Formula E dan siap memberi keterangan pada Rabu (7/9).

"Saya dimintai surat panggilan KPK, Rabu, 7 September pagi," kata Anies Baswedan saat ditemui di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin.

Anies menegaskan, akan datang memenuhi panggilan tersebut untuk memberikan keterangan terkait Formula E.

Anies menegaskan, tidak ada keterangan dalam surat panggilan tersebut sehingga dirinya berniat hanya untuk memenuhi panggilan itu dan selebihnya akan dijelaskan usai pertemuan.

"Insya Allah saya akan datang dan akan membantu untuk bisa membuat semuanya menjadi lebih jelas," katanya.

Baca selengkapnya