Kriminal sepekan, mafia tanah hingga kasus polisi tembak polisi

Beragam peristiwa kriminalitas terjadi selama sepekan terakhir di wilayah DKI Jakarta. Mulai dari pengungkapan sindikat mafia tanah hingga kasus polisi tembak polisi.

Selain itu, sejumlah berita kriminalitas selama sepekan lainnya masih menarik untuk dibaca pada hari ini. Berikut adalah rangkumannya:

1. Polisi terus olah TKP di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo

Polisi hingga saat ini masih mengolah tempat kejadian perkara (TKP) sejak Selasa malam (12/7) di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Komplek Dinas Polri Duren Tiga No.46, Jakarta Selatan.

2. Terlibat mafia tanah, polisi jerat pejabat BPN dengan UU Tipikor

Penyidik Polda Metro Jaya menjerat pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang diduga terlibat kasus mafia tanah dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

3. Polda Metro tangkap pengedar sabu jaringan Malaysia-Jakarta

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya dalam kurun waktu Mei-awal Juli 2022 menangkap pelaku peredaran narkoba, salah satunya pengedar sabu-sabu jaringan Malaysia-Jakarta.

Petugas memasang garis polisi pada barang bukti kasus penyalahgunaan elpiji (LPG) bersubsidi di Cakung, Jakarta, Jumat (15/7/2022). ANTARA/Yogi Rachman/aa.
Petugas memasang garis polisi pada barang bukti kasus penyalahgunaan elpiji (LPG) bersubsidi di Cakung, Jakarta, Jumat (15/7/2022). ANTARA/Yogi Rachman/aa.


4. Bareskrim tangkap 14 pelaku penyalahgunaan LPG subsidi di Pulogebang

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Mabes Polri menangkap 14 tersangka kasus dugaan penyalahgunaan elpiji (LPG) bersubsidi di Pulogebang, Jakarta Timur.

5. Polda Metro pelajari laporan Jessica Iskandar terkait penipuan

Polda Metro Jaya mempelajari laporan dari selebritas Jessica Iskandar terkait dugaan kasus penipuan yang menimpanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel