Kriminal Surabaya Sepekan: Teka-teki Pencuri Spesialis Pompa Air Terjawab

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah pandemi COVID-19 sejumlah kasus terungkap selama pekan ini di Surabaya dan daerah lainnya di Jawa Timur.

Kasus itu mulai dari pencurian relief makam, suami jual istri, narkoba dan lainnya. Salah satu menjadi sorotan tertangkapnya pencuri spesialis pompa air. Pencuri tersebut sempat terekam video amatir warga dan berada di atap rumah warga.

Pelaku berinisial SP sempat naik ke atap rumah warga menghindari kejaran satpam dan polisi yang sudah mengepung. Kemudian SP bersembunyi di atap rumah kosong di perumahan setempat. Akhirnya pelaku dapat ditangkap setelah sembunyi selama semalam. Pelaku, SP, warga Bendul Merisi Surabaya, merupakan pencuri spesialis pompa air, dengan mengincar rumah kosong.

Polisi akhirnya menangkap rekan pelaku, yakni MA yang juga pernah diajak mencuri pompa air di lokasi lain. Tersangka mengaku nekat mencuri pompa air, karena barang tersebut mudah untuk dijual, seharga Rp 150 ribu.

"Kasus yang kami tangani ini sangat menggegerkan, karena bikin kita heboh juga termasuk di warga, pada saat itu dilihat oleh warga, jam 4 sore itu tersangka ini, melakukan pencurian di rumah kosong, namun setelah diketahui bahwa dia diketahui akan mencuri, sehingga dia kabur naik di atas genteng, dari sore hari hingga sampai pagi," ujar Kompol Masdawati, Kapolsek Wonocolo, Surabaya.

Selain itu, polisi juga mengungkap sejumlah kasus pada pekan ini. Ingin tahu apa saja? Berikut rangkumannya ditulis Minggu, (1/11/2020):

VIDEO: Pencuri yang Sempat Naik ke Atap Rumah Akhirnya Tertangkap

Ilustrasi Penangkapan (Liputan6.com/Abdillah)
Ilustrasi Penangkapan (Liputan6.com/Abdillah)

Dua pencuri spesialis pompa air diringkus aparat Polsek Wonocolo Surabaya. Aksi pelaku bahkan sempat terekam video amatir warga. Pelaku nekat bersembunyi di atap rumah warga, saat dikepung warga dan Satpam perumahan.

Inilah rekaman video amatir, saat warga dan Satpam Perumahan Bendul Merisi Permai Surabaya, mengepung seorang pencuri pompa air di salah satu rumah warga. Kejadian terjadi pada Jumat 16 Oktober 2020.

Terlihat pelaku nekat naik ke atap rumah warga menghindari kejaran Satpam dan polisi yang sudah mengepung pelaku. Pelaku akhirnya bisa ditangkap, setelah semalaman bersembunyi di atap rumah kosong di perumahan setempat. Berikut diberitakan pada Fokus, 25 Oktober 2020.

Pelaku, SP, warga Bendul Merisi Surabaya, merupakan pencuri spesialis pompa air, dengan mengincar rumah kosong.

Dari hasil keterangan SP, polisi akhirnya menangkap rekan pelaku, yakni MA yang juga pernah diajak mencuri pompa air di lokasi lain. Tersangka mengaku nekat mencuri pompa air, karena barang tersebut mudah untuk dijual, seharga Rp 150 ribu.

Berita selengkapnya baca di sini

Polisi Tetapkan Lima Orang Jadi Tersangka Perusakan Gedung DPRD Jember

Ilustrasi Penangkapan. IOL
Ilustrasi Penangkapan. IOL

Ada lima warga Jember ditetapkan jadi tersangka lantaran perusakan gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur dan mengancam jurnalis saat demo tolak UU Cipta Kerja di bundaran DPRD pada 22 Oktober 2020.

Penetapan lima tersangka oleh aparat kepolisian resor Jember, Jawa Timur yang disampaikan pada Minggu sore, 25 Oktober 2020.

"Adanya aksi anarkis yang terjadi pada saat unjuk rasa Aliansi Jember Menggugat pada Kamis, 22 Oktober 2020 diwarnai insiden pelemparan ke arah gedung dewan yang dilakukan oleh oknum-oknum peserta aksi," ujar Wakapolres Jember Kompol Windy Syafutra di halaman mapolres setempat, seperti dikutip dari Antara, ditulis Senin, 26 Oktober 2020.

Berita selengkapnya baca di sini

VIDEO: Temukan Kamera Tersembunyi di Kamar Ganti Studio, Seorang Model Lapor Polisi

Ilustrasi Kamera Tersembunyi (sumber: iStockphoto)
Ilustrasi Kamera Tersembunyi (sumber: iStockphoto)

Seorang model JJ (25) asal Surabaya, Jawa Timur, melaporkan pemilik studio foto ke Mapolrestabes Surabaya. Pemilik studio foto diduga dengan sengaja meletakkan kamera tersembunyi berbentuk bolpoin dan kacamata di kamar ganti. Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut dan mengumpulkan bukti-bukti.

Seorang model, JJ berusia 25 tahun warga Surabaya, Jawa Timur, didampingi Kuasa Hukumnya mendatangi Mapolrestabes Surabaya, untuk melaporkan tindakan pornografi yang dilakukan oleh seorang pengusaha, sekaligus pemilik studio foto di kawasan Manyar Surabaya.

Menurut Kuasa Hukum pelapor, sang model merasa tak terima, usai menemukan dua benda yang diduga kamera tersembunyi, dalam bentuk bolpoin dan kacamata di kamar ganti.

Berita selengkapnya baca di sini

Polisi di Surabaya Tangkap 8 Pengedar Narkoba, Sita Sabu-Sabu 8,8 Kg

Ilustrasi Narkoba
Ilustrasi Narkoba

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya membongkar kasus narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba) dengan meringkus delapan orang pelaku atau pengedar sabu-sabu.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Memo Ardian menuturkan, pihaknya telah menyita barang bukti sabu-sabu seberat 8,8 kilogram.

"Delapan orang pelaku ini kami bekuk di tempat yang berbeda-beda mulai bulan Agustus hingga Oktober," ujar dia kepada wartawan di Surabaya, Minggu, 25 Oktober 2020 seperti dikutip dari Antara.

Berita selengkapnya baca di sini

Polisi Tangkap Seorang Suami yang Tega Jual Istri di Surabaya

Ilustrasi Tangkap Teroris 1 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Ilustrasi Tangkap Teroris 1 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Fauzi Pratama membenarkan, pihaknya telah menangkap pria berinisal T (43) warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Warga Pamekasan tersebut ditangkap karena terlibat kasus dugaan menjual istrinya (38) kepada pria hidung belang untuk layanan seks di Surabaya.

"Iya benar, pelaku diamankan di sebuah kamar hotel di Surabaya, Rabu 21 Oktober kemarin, sekitar pukul 21.00 WIB," tutur dia, Rabu, 28 Oktober 2020.

Berita selengkapnya baca di sini

Polisi Ungkap Motif Suami Tega Jual Istri di Surabaya

Ilustrasi Penangkapan (Liputan6.com/Abdillah)
Ilustrasi Penangkapan (Liputan6.com/Abdillah)

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, berhasil mengungkap motif dibalik suami berinisial T (43) warga Pamekasan, Madura yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur tega jual istri siri kepada pria hidung belang.

"Dari pengakuan tersangka selain faktor ekonomi ada alasan lain yakni diduga istri siri tersangka hyperseks," ujar Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Fauzi Pratama, Rabu, 28 Oktober 2020.

"Berdasarkan keterangan tersangka istrinya ini memiliki hasrat seks yang tinggi dan sulit memuaskan korban dengan menjualnya. Ini juga untuk fantasi seks mereka," ia menambahkan.

Berita selengkapnya baca di sini

VIDEO: Polisi Ciduk Komplotan Pencuri dan Pemalsu STNK di Surabaya

Petugas memperlihatkan barang bukti dalam pengungkapan kejahatan pemalsuan jual beli STNK dan TNKB khusus di Polres Jakarta Utara, Selasa (27/8/2019). Polisi berhasil membongkar sindikat jual beli STNK dan TNKB dengan sandi pejabat RFD dan RFP palsu via online shop. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Petugas memperlihatkan barang bukti dalam pengungkapan kejahatan pemalsuan jual beli STNK dan TNKB khusus di Polres Jakarta Utara, Selasa (27/8/2019). Polisi berhasil membongkar sindikat jual beli STNK dan TNKB dengan sandi pejabat RFD dan RFP palsu via online shop. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Para pencuri sepeda motor yang berjumlah empat orang, diringkus Satuan Reskrim Polsek Gubeng Surabaya. Tak hanya piawai menggasak kendaraan, para pelaku juga nekat membuat plat nomor palsu, dan STNK palsu.

Sebanyak empat pencuri sepeda motor ini, diringkus Satuan Reserse Kriminal Polsek Gubeng Surabaya, Senin siang. Para tersangka MR, OS, MH, dan TY, masing-masing berbeda peran, dalam setiap menjalankan aksinya. Ada yang bagian mencuri motor, dan ada yang membuat nomor polisi dan surat kendaraan palsu.

Dalam waktu sepekan, komplotan yang diotaki tersangka MH telah mencuri empat sepeda motor. Modusnya, mereka menyewa mobil rental, mencari sasaran sepeda motor yang ditinggal pemiliknya, dengan berbekal kunci T.

Berita selengkapnya baca di sini

Kronologi Kasus Pencurian Relief di Makam Kediri

Ilustrasi makam. (dok. pexels.com/Brett Sayles)
Ilustrasi makam. (dok. pexels.com/Brett Sayles)

Aparat Kepolisian Resor Kota Kediri, Jawa Timur mengungkap sindikat pencurian relief di Makam Tionghoa, yang terletak di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Polisi pun menangkap empat orang yang terlibat.

"Ini awalnya ada laporan dari korban, berinisial T (keluarga salah satu yang dimakamkan), lapor ke polresta ada kasus pencurian yang terjadi di lingkungan makam 'Bong China' (Makam Tionghoa) di Kecamatan Mojoroto. Hasil lidik yang dilakukan satreskrim, melakukan penangkapan empat tersangka pencurian relief," tutur Kepala Polresta Kediri AKBP Miko Indrayana di Kediri, seperti dikutip dari Antara, ditulis Jumat, 30 Oktober 2020.

Keempat tersangka itu antara lain IS (42), warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, lalu TH (26), warga Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang. Saat ini, TH berdomisili di Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Berita selengkapnya baca di sini

Misteri Penemuan Mayat Pria di Lubang Bekas Galian Tambang Gresik

Polisi selidiki penemuan mayat seorang laki-laki di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada Jumat, 30 Oktober 2020. (Foto: Dok Istimewa)
Polisi selidiki penemuan mayat seorang laki-laki di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada Jumat, 30 Oktober 2020. (Foto: Dok Istimewa)

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga membenarkan penemuan mayat seorang laki-laki sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat 30 Oktober 2020, di lubang bekas galian tambang di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

"Iya benar, sekitar pukul 16.00 WIB. Masih kami cari identitas korban," ujar dia, di Gresik Sabtu, 31 Oktober 2020.

Bayu menambahkan, pihaknya masih terus menyelidiki terkait penemuan mayat seorang laki-laki yang ditemukan di bekas galian tambang dalam kondisi tangan terikat tali di belakang punggung.

Berita selengkapnya baca di sini

Diburu Tiga Polres, Polisi Tembak Bandit Jalanan di Surabaya

Ilustrasi Penembakan (Liputan6.com/Johan Fatzry)
Ilustrasi Penembakan (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Seorang pria berinisial VO (20), warga Surabaya, Jawa Timur, bandit jalanan buronan tiga polres yaitu Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Polres Gresik, ditembak kedua kakinya lantaran melawan dan mencoba kabur saat ditangkap polisi.

"Pelaku tercatat beraksi 8 kali sepanjang Juli hingga Agustus 2020. Pelaku berperan sebagai eksekutor," ujar Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia Putra, Minggu, 1 November 2020.

Dari catatan Tim Jatanras, pelaku merampas handphone (HP) tiga kali di Jalan Tambak Asri, Surabaya, sebanyak dua kali di Jalan Demak, satu kali di Jalan Bangunrejo, satu kali di Jalan Purwodadi Utara dan satu kali di Gresik kota.

Berita selengkapnya baca di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini