Kriminalitas kemarin, Kapolsek Pinang hingga penganiayaan di PTIK

Sejumlah berita kriminalitas telah disiarkan
pada Kamis (17/11), mulai dari Polda Metro Jaya bantah eks Kapolsek Pinang melakukan kekerasan seksual hingga polisi periksa saksi terkait kasus penganiayaan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Berikut tautan berita seputar kriminal yang masih menarik untuk dibaca kembali.

1. Polda Metro Jaya bantah eks Kapolsek Pinang lakukan kekerasan seksual

Polda Metro Jaya membantah adanya tindak kekerasan seksual yang dilakukan mantan Kapolsek Pinang Iptu M Tapril terhadap seorang perempuan yang berinisial RD (31).

"Hasil temuan pemeriksaan kita sementara hubungan yang mereka lakukan berdasarkan suka sama suka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Kamis.
Selengkapnya di sini

2. Polda Metro tunggu jawaban kejaksaan soal pelimpahan kasus Irjen TM

Polda Metro Jaya menunggu jawaban dari pihak kejaksaan terkait pelimpahan berkas kasus dugaan penyalahgunaan narkotika oleh Irjen Pol Teddy Minahasa (TM) pada Jumat (18/11).

"Jadi, besok (18/11) kejaksaan akan memberikan jawaban kepada penyidik Polda Metro Jaya, apakah berkasnya P21 atau ada kekurangan P19, nanti kita akan tindak lanjut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Kamis.
Selengkapnya di sini

3. Polisi periksa saksi terkait kasus penganiayaan di PTIK

Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pemukulan yang diduga dilakukan anak perwira Polri di lingkungan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

"Hari ini kami memeriksa kakak korban dan pelatih sebagai saksi, " kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Irwandhy di Jakarta, Kamis.
Selengkapnya di sini

4. Kapolda Metro sebut pelaku kejahatan jalanan rata-rata berstatus anak

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengungkapkan rata-rata pelaku kejahatan jalanan seperti begal, tawuran, dan geng motor, masih berstatus anak di bawah umur.

"Geng motor, tawuran, sama begal ini menjadi perhatian kita dan pelakunya rata-rata adalah anak," kata Fadil di Jakarta, Kamis.
Selengkapnya di sini