Kris Meeke Ungkap Perbedaan WRC dan Dakar

Gerald Dirnbeck
·Bacaan 1 menit

Kris Meeke akan turun di kategori lightweight vehicles (T3/T4) dengan menggunakan Zephyr yang diturunkan Team PH Sport. Bertindak sebagai navigator adalah Wouter Rosegaar, telah tampil 13 kali dalam 14 edisi terakhir Reli Dakar.

Januari 2019 lalu, Meeke sudah mengunjungi Reli Dakar di Arab Saudi, dan dia langsung terpikat sejak pertama kali melihatnya. Rencana agar bisa ambil bagian kemudian segera disusunnya. Namun persiapannya terganggu pandemi Covid-19.

“Sejujurnya, saya selalu terpesona dengan Dakar,” kata Meeke.

“Saya selalu mengendarai motor enduro. Pada 2012, saya memenangi Baja 1000 dengan motor. Setelah omong kosong dengan MINI, saya memutuskan untuk ikut balap motor.

“Saya tidak cepat. Saya tidak berbakat mengendarai motor. Tapi saya menikmati tantangan fisik dan mental. Di Wales, saya berkompetisi dalam event enduro 24 jam. Saya juga melakukan beberapa balapan enduro di Irlandia.”

Tak Ada Persiapan Reli

Pada 2019, Kris Meeke melakoni musim terakhirnya di WRC untuk Toyota. Total, dia mengoleksi lima kemenangan sepanjang karier relinya. Tetapi kini, pembalap berusia 41 tahun itu bakal debut Dakar.

Bisa dibilang, Meeke minim persiapan. Awalnya dia akan tampil di Abi Dhabi Desert Challenge pada Maret, serta Dubai Baja pada April. Sayangnya, lagi-lagi wabah virus corona membatalkan kedua event tersebut.

“Fakta bahwa saya sekarang berlaga di Dakar tanpa pernah melakukan reli sebelumnya adalah tantangan besar,” tuturnya.

Kris Meeke, PH Sport

Kris Meeke, PH Sport<span class="copyright">PH Sport</span>
Kris Meeke, PH SportPH Sport

PH Sport