Krisis Energi Bukan Alasan Perdalam Ketergantungan Bahan Bakar Fosil

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) Fatih Birol mengatakan, krisis keamanan energi sejak invasi Rusia ke Ukraina tidak bisa menyebabkan ketergantungan yang lebih dalam pada bahan bakar fosil.

Menurutnya, investasi yang tepat, terutama dalam energi terbarukan dan tenaga nuklir, berarti dunia tidak perlu memilih antara kekurangan energi dan percepatan perubahan iklim akibat emisi bahan bakar fosil.

"Kita membutuhkan bahan bakar fosil dalam jangka pendek, tetapi jangan mengunci masa depan kita dengan menggunakan situasi saat ini sebagai alasan untuk membenarkan beberapa investasi yang dilakukan, dari segi waktu itu tidak berhasil dan secara moral menurut saya itu tidak berhasil juga," kata Birol kepada delegasi di Davos, Swiss, dikutip Antara, Senin (23/5)

IEA yang berbasis di Paris, pengawas energi terkemuka, mengingatkan investor tahun lalu untuk tidak mendanai proyek pasokan minyak, gas, dan batubara baru jika dunia ingin mencapai emisi nol bersih pada pertengahan abad.

Permintaan jangka pendek berarti dunia tidak dapat segera menghentikan pasokan energi tradisional, kata Birol, seraya menambahkan bahwa ia berharap negara-negara produsen dengan kapasitas untuk mengekspor lebih banyak energi akan memberikan "kontribusi positif".

Aliansi pengekspor minyak OPEC+ telah secara bertahap melepaskan minyak ke pasar, dengan produsen utama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menunda memanfaatkan kapasitas penuh. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel