Krisis Kepunahan, Orangutan Terancam Tinggal Kenangan

Donny Adhiyasa
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ada beragam jenis atau spesies flora dan fauna di Indonesia. Salah satunya adalah orangutan. Populasi orang utan diambang kepunahan akibat konflik antara manusia dan orangutan setiap tahun.

Habitat mereka di rimbunnya hutan tropis Kalimantan telah rusak akibat alih fungsi menjadi pemukiman, perkebunan kelapa sawit, pertambangan maupun kebakaran hutan. Lantas, kini bagaimana nasib orang utan selanjutnya?

Baca juga: Menkes New Zealand Mundur Akui Blunder Soal COVID-19, Menkes RI?

Menurut data pada tahun 2016, populasi orangutan di Indonesia hanya terdapat di pulau Kalimantan dan Sumatera dengan jumlah 71980 individu. Namun, kini populasi orangutan berstatus kritis, dan jumlahnya pun terus berkurang. Program Crime Story tvOne coba menginvestigasi modus praktik pejualan orangutan oleh sebuah jaringan sindikat penyeludupan satwa di Kalimantan.

"Kalimantan merupakan bagian dari perdagangan satwa jadi kalau dari mulai dari hutan di situ ada pemburu pemburu itu lanjut ke Kampung baru dia jual ke Jakarta atau langsung ke negara tetangga," ungkap Komandan Brigade SPORC Kalimantan Barat, Hari Novianto.

Seorang pelaku yang tertangkap satuan Tim SPORC Kalimantan Barat dengan 2 ekor orangutan. Pelaku pun menuturkan bahwa dirinya berniat menjual seekor bayi orangutan dengan harga Rp3 juta.

Baca juga: Nekat, Pria Ini Lancarkan Aksi Menjambret di Kantor Polisi

Setelah tertangkap dan proses interogasi selesai, Tim SPORC bergegas mencari barang bukti tambahan. Dari kamar pelaku ditemukan buku tabungan yang diduga digunakan untuk bertransaksi.

“Kalau yang itu kemarin dapatnya dari postingan di Facebook. Dapat langsung saya ambil dan dijual lagi, nggak ada hewan yang ditangkap sendiri,” ungkap pelaku.

"Antara pemelihara, kolektornya dengan pedagangnya dengan kurirnya itu sudah ada sendiri (jaringannya) khusus. Pelaku, perburuan, perdagangan, jaringan internasional itu mereka terkordinasi dengan baik. Jadi pelakunya sudah ada di dalam tubuh kelompok-kelompok yang terorganisir," ujar Program Manager Wildlife Trade WCS Indonesia, Dwi Nugroho.

"Dan cara memberantasnya itu adalah mereka harus ditangkap satu-satu. Kita tidak bisa hanya menangkap pelaku utamanya, atau penampungnya saja, karena banyak grupnya. Satu ditangkap, mereka akan jual ke grup lain," tambah Dwi Nugroho.

"Penggusuran hutan yang semakin marak dengan adanya ilegal logging dan perambahan hutan, menyebabkan banyak orangutan itu yang sudah kepepet lari ke kebun masyarakat yang kemudian diambil warga. Bahkan ada yang ditembak karena merusak kebun," tutur pemerhati lingkungan, Yudo Sudarto.

Orangutan merupakan satu-satunya kera besar yang hidup di benua Asia, sedangkan 3 kerabatnya yakni gorila, simpanse dan bonobo hidup di benua Afrika. Tahun lalu diperkirakan orangutan tersebar di Asia tenggara peredarannya dari ujung selatan pulau Jawa hingga pegunungan Himalaya dan kini populasi orangutan hanya ada di pulau Kalimantan dan Sumatera.

Mungkin hanya ketika pohon terakhir telah mati, sungai terakhir telah diracuni dan satwa terakhir telah ditangkap, baru kita akan menyadari bahwa uang tidak bisa dimakan.