Krisis Palestina, Momentum RI Rekonsiliasi Kekuatan Hamas-Fatah

·Bacaan 2 menit

VIVAIndonesia dianggap menjadi kekuatan besar saat ini, dalam mendukung upaya Palestina yang terus ditekan Israel. Terutama disaat negara-negara di kawasan Timur Tengah, dalam posisi lemah dalam membela Palestina di Gaza.

Itu dikatakan Ketua Komisi I DPR (membidangi hubungan luar negeri) periode 2010-2016 Mahfuz Sidik. Menurut Sekjen DPN Partai Gelora itu, Indonesia menjadi kekuatan besar mendorong kemerdekaan Palestina.

Yakni mendorong konsolidasi dan rekonsiliasi dua kekuatan politik utama di Palestina, Fatah dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)-nya di Tepi Barat dan Hamas di Gaza.

Baca juga: DPR: Israel Harus Ditekan dari Semua Sisi, Jangan Cuma dari PBB

"Kalau kita ingin mempercepat kemerdekaan Palestina, maka kita harus mendorong rekonsilasi dan konsolidasi kekuatan politik di Palestina untuk bersatu. Nah Indonesia mampu mengambil posisi itu," kata Mahfuz dalam diskusi 'Akankah Palestina Segera Merdeka' yang diselenggarakan Al Quds Volunteer Indonesia, seperti dalam keterangan persnya, Selasa 18 Mei 2021.

Mahfuz yang telah lama menggeluti isu Palestina ini melihat, kawasan di Timur Tengah melalui Liga Arab yang selama ini mendominasi, dalam posisi lemah. Begitu juga dengan Iran dan Turki, yang menyebabkan dukungan terhadap Palestina berkurang. Termasuk mengenai pendanaan.

Lemahnya Liga Arab, tidak terlepas dari konflik antar mereka sendiri dan perang di kawasan. Sementara Iran yang diharapkan, hingga kini masih menjadi musuh diantara sebagian negara Arab terkait paham Syiah. Turki, lanjut Mahfuz, menghadapi tekanan ekonomi dan politik dalam negeri.

"Jadi Indonesia bisa mengambil peran lebih besar, basis politik kita jelas ada di konstitusi. Dari Presiden Soekarno hingga pemerintahan Jokowi (Joko Widodo), sikapnya jelas. Dukungan masyarakat juga sangat luas. Saat kekuatan di kawasan Timur Tengah melemah, peran Indonesia bisa semakin penting," jelasnya.

Maka tidak ada halangan bagi pemerintahan Presiden Jokowi, menurutnya, untuk mengambil peran yang jauh lebih besar tersebut. Mempersatukan bangsa Palestina, untuk menuju kemerdekaannya dan atas inisiasi dari Indonesia.

"Indonesia bisa menjadi kekuatan baru yang bisa menyatukan politik pemerintahan di Palestina dan masyarakatnya. Kita sudah punya pengalaman kemerdekaan. Indonesia juga bisa menggalang dukungan 138 negara yang sudah mengakui negara Palestina melalui jalur diplomasi internasional," ujarnya.

Palestina memiliki dua kekuatan politik yang menurutnya harus disatukan. Yakni PLO (Fatah) dengan Hamas. Jika mereka bersatu dan membentuk pemerintahan bersama, Palestina merdeka menurutnya bisa diraih.

"Palestina harus mampu melewati itu. Itu prasyarat dasar menuju kemerdekaan yang berdaulat," ujarnya.

"Sekali lagi Indonesia bisa mengambil peran lebih besar di tengah melemahnya kekuatan kawasan Timur Tengah. Yaitu mendorong rekonsiliasi dan konsolidasi politik nasional di Palestina, lalu menggalang dukungan 138 negara yg sudah mengakui negara Palestina untuk memperjuangkan kemerdekaan penuh negara Palestina.” tutup Mahfuz.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel