Krisis Suriah, Kanada Kritik Sikap Uni Eropa

TEMPO.CO, Damaskus - Sejumlah negara memperingatkan Uni Eropa bahwa pembatalan embargo senjata terhadap Suriah terutama untuk pemberontak sangat membahayakan. "Senjata itu akan menimbulkan banyak kematian di negara-negara tetangga."

Menteri Luar Negeri Kanada, John Baird, Selasa, 28 Mei 2013, mengatakan, "Akan ada banyak kekerasan, kematian, dan kerusakan di Suriah jika Uni Eropa benar-benar mencabut embargo senjata (bagi pemberontak)."

"Pandangan saya, satu-satunya cara mengakhiri penderitaan rakyat Suriah adalah solusi politik," katanya di depan wartawan.

Dia melanjutkan, "Membanjiri negara dan kawasan dengan senjata akan menimbulkan banyak kekerasan, kematian, dan kerusakan. Oleh sebab itu, tentu saja, Kanada tak ingin terlibat."

Uni Eropa pada Senin dini hari waktu setempat, 27 Mei 2013, bersepakat mencabut embargo senjata guna mempersenjatai kelompok oposisi Suriah setelah terjadi perdebatan sengit dan tekanan kuat dari Prancis dan Inggris. Namun keputusan tersebut mendapatkan kritik dari anggota Uni Eropa lainnya yakti Austria, Swedia, Finlandia, dan Republik Ceko. Mereka berpendapat, pengiriman senjata akan menambah kekerasan di sana.

Keputusan Uni Eropa, menurut Rusia selaku sekutu dekat Suriah, adalah tidak dibenarkan dan akan merusak upaya perdamaian. "Keputusan Uni Eropa sesungguhnya kontroversial sebab memasok senjata kepada entitas non-pemerintah bertentangan dengan hukum internasional," kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

"Ini sebuah keputusan yang diharamkan (dalam hukum internasional)," tulis kantor berita Rusia mengutip perkataan Lavrov, sehari setelah pembicaraan soal krisis Suriah di Paris, Prancis. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov menambahkan, "(Pencabutan) embargo secara langsung dapat mempengaruhi konferensi (perdamaian) internasional."

AL JAZEERA | CHOIRUL

Topik terhangat:

Tarif Baru KRL | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha Fathanah

Baca juga:

MI5 Dicurigai Sengaja Radikalkan Adebolajo

Sepasang Melon Jepang Dijual Rp 154 Juta

Uni Eropa Cabut Embargo Senjata Pemberontak Suriah

EDL, Kelompok Anti-Islam di Inggris

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.