Krisis virus corona dominasi KTT G20 yang diselenggarakan Saudi

·Bacaan 4 menit

Riyadh (AFP) - Arab Saudi pada Sabtu menjadi tuan rumah KTT G20 yang pertama bagi negara Arab, dengan forum virtual yang diperkecil skalanya didominasi oleh upaya mengatasi pandemi virus corona dan krisis ekonomi yang melumpuhkan.

Pertemuan dua hari negara-negara terkaya di dunia itu berlangsung ketika Presiden Donald Trump menolak kekalahan pahit dalam pemilu dan para pegiat mengkritik apa yang mereka sebut tanggapan tidak memadai G20 terhadap resesi global terburuk dalam puluhan tahun terakhir ini.

Para pemimpin dunia akan berkerumun secara virtual saat upaya internasional meningkat peluncuran skala besar vaksin virus corona setelah terobosan dalam uji coba, dan seruan kian besar kepada negara-negara G20 agar menutup kekurangan pendanaan.

Di tengah pandemi yang merajalela itu, KTT yang biasanya menjadi kesempatan untuk pertemuan satu lawan satu antara para pemimpin dunia itu direduksi menjadi sidang online singkat tentang apa yang oleh beberapa pengamat disebut "diplomasi digital".

Raja Arab Saudi Salman akan memimpin KTT tersebut di mana sumber-sumber yang dekat dengan penyelenggara acara menyebutkan bahwa perubahan iklim adalah salah satu masalah yang menjadi agenda utama.

Para pemimpin dunia, dari Kanselir Jerman Angela Merkel sampai Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Rusia Vladimir Putin, diperkirakan menyampaikan pidato dalam KTT ini, kata sumber tersebut.

Trump juga akan berpartisipasi, kata seorang pejabat AS.

Negara-negara G20 telah memberikan kontribusi lebih dari 21 miliar dolar AS dalam memerangi pandemi yang sudah menginfeksi 56 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan 1,3 juta orang tewas, serta menyuntikkan 11 triliun dolar AS guna "melindungi" perekonomian dunia yang dilanda virus, kata penyelenggara.

Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang berpusat di Paris memproyeksikan output perekonomian global bakal berkontraksi sebesar 4,5 persen tahun ini.

KTT itu "akan berupaya memperkuat kerja sama internasional dalam mendukung pemulihan ekonomi global," kata Menteri Keuangan Saudi Mohammed al-Jadaan.

"G20 pada Maret sudah berkomitmen melakukan 'apa pun yang diperlukan guna mengatasi pandemi dan melindungi kehidupan dan mata pencaharian,'" kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam satu pernyataan.

"Saat kita bertemu akhir pekan ini, kita harus menahan diri dalam mempertanggungjawabkan janji itu."

Tetapi para pemimpin G20 menghadapi tekanan yang kian besar agar membantu mencegah kemungkinan gagal bayar kredit di negara-negara berkembang.

Pekan lalu, para menteri keuangan G20 mengumumkan "kerangka umum" untuk rencana restrukturisasi utang yang diperpanjang bagi negara-negara yang dilanda virus, tetapi kelompok-kelompok pegiat melukiskan langkah tersebut sebagai tidak cukup.

Negara-negara konstituen memperpanjang prakarsa penangguhan utang untuk negara-negara berkembang sampai akhir Juni tahun depan.

Namun Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak para pemimpin G20 agar menawarkan "komitmen tegas" dalam memperpanjang prakarsa itu sampai akhir 2021.

Direktur pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa perekonomian global menghadapi jalan kembali dari penurunan akibat Covid-19 bahkan ketika vaksin sudah di depan mata.

Negara-negara G20 harus membantu menutup celah pendanaan 4,5 miliar dolar AS dalam apa yang disebut ACT-Accelerator, yakni sebuah program yang mempromosikan distribusi vaksin COVID-19 yang adil, guna mengendalikan pandemi, kata pernyataan bersama yang ditandatangani oleh perdana menteri Norwegia, Presiden Afrika Selatan, kepala Uni Eropa dan Organisasi Kesehatan Dunia.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang menjadi pembela setia Trump, akan hadir di Arab Saudi selama KTT berlangsung.

Trump, yang terus menolak mengakui kalah dalam pemilu, ikut serta dalam KTT Asia-Pasifik pada Jumat.

Banyak rekan pemimpin G20-nya telah mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih Joe Biden.

Menjelang KTT ini, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan dia berharap AS mau mengambil sikap lebih multilateralis di bawah kepemimpinan Biden.

"Kami juga mengharapkan momentum baru dari pemerintahan baru AS" dalam hal perubahan iklim sehingga menganulir langkah Trump menarik diri dari perjanjian iklim Paris, tambah dia.

Catatan hak asasi manusia Arab Saudi telah membayangi acara itu.

Para pegiat dan keluarga-keluarga aktivis yang dipenjara telah meluncurkan gerakan besar guna menyoroti pelanggaran hak asasi manusia di kerajaan itu.

Kunci di antara itu semua adalah saudara kandung dari aktivis Loujain al-Hathloul yang dipenjara yang melakukan mogok makan selama lebih dari 20 hari guna menuntut kontak reguler dengan keluarganya.

Tetapi beberapa pejabat Barat mengindikasikan hak asasi manusia tidak akan diangkat pada KTT tersebut, dengan mengatakan mereka lebih suka menggunakan forum bilateral dalam membahas masalah itu dengan pemerintah Saudi.

"Kepresidenan G20 telah memberikan simbol prestise internasional yang tidak semestinya kepada pemerintah (Saudi)," kata Michael Page, wakil direktur Human Rights Watch urusan Timur Tengah.

"Alih-alih mengisyaratkan keprihatinannya atas pelanggaran serius yang dilakukan Arab Saudi, G20 mendukung upaya publisitas pemerintah Saudi yang didanai dengan baik untuk menggambarkan bahwa negara itu tengah 'mereformasi' diri meskipun represi meningkat secara signifikan."


burs-ac/hkb/dwo/rma