Krisis Yaman memburuk saat separatis nyatakan sebagai pemerintah

Dubai (AFP) - Kelompok separatis Yaman pada Minggu pagi menyatakan membentuk pemerintahan sendiri di selatan negara itu pada saat perjanjian damai dengan pemerintah hancur. Pernyataan itu mempersulit konflik panjang dan terpisah dengan pemberontak Huthi, yang menguasai sebagian besar wilayah di utara.

Dewan Peralihan Selatan (STC) menuduh pemerintah gagal melakukan tugasnya dan "berkonspirasi" terhadap perjuangan di selatan. STC mengatakan pemerintahan sendiri sudah mulai berlaku pada tengah malam.

Pemerintah mengutuk langkah itu dan mengatakan para separatis -yang telah lama menginginkan kemerdekaan di wilayah selatan- harus mempertanggungjawabkan tindakannya yang menimbulkan "bencana dan bahaya".

Perselisihan antara pihak-pihak yang pernah bersekutu itu muncul saat koalisi yang dipimpin Saudi memperpanjang gencatan senjata sepihak, yang bertujuan menangkal pandemi virus corona. Langkah itu ditolak oleh kelompok Huthi. Koalisi pimpinan Saudi itu mendukung pemerintah yang diakui internasional dalam pertempuran melawan pemberontak Huthi, yang didukung Iran.

Kelompok-kelompok separatis Yaman pada November tahun lalu di Riyadh menandatangani perjanjian pembagian kekuasaan. Kesepakatan itu menghentikan pertempuran -yang dijuluki "perang saudara di dalam perang saudara"- di selatan, yang di wilayah itu pada Agustus kelompok separatis merebut kota kedua Yaman, Aden.

Perjanjian Riyadh dengan cepat menjadi tidak berfungsi, gagal memenuhi tenggat waktu dalam penerapan langkah-langkah utama, termasuk pembentukan kabinet baru dengan perwakilan sama bagi kelompok di selatan. Reorganisasi kekuatan militer juga tidak tercapai.

STC mengumumkan dalam pernyataannya bahwa mereka mendeklarasikan "pemerintahan sendiri di selatan mulai tengah malam pada Sabtu 25 April 2020.

"Komite pemerintahan sendiri akan mulai bekerja sesuai dengan daftar tugas yang diberikan oleh kepresidenan dewan," katanya.

Penduduk Aden melaporkan ada begitu banyak pasukan STC di kota itu. Seorang sumber di kalangan separatis mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah mendirikan pos-pos pemeriksaan "di semua fasilitas pemerintah, termasuk bank sentral dan pelabuhan Aden".

Kendaraan-kendaraan militer melaju melalui kota dengan bendera STC terbang tinggi.

Tata politik di selatan sangat kompleks, dan meskipun ada deklarasi STC, beberapa kota di selatan mengatakan mereka tidak mengakui seruan untuk memerintah sendiri dan akan tetap bersekutu dengan pemerintah pusat.

Menteri Luar Negeri Yaman Mohammad al-Hadhrami mengatakan langkah STC adalah "kelanjutan dari pemberontakan bersenjata Agustus lalu dan deklarasi penolakan" dari perjanjian Riyadh.

Sudah puluhan ribu warga sipil tewas selama lima tahun terakhir dalam perang antara pemerintah dan pemberontak Huthi.

Awal bulan ini, Yaman melaporkan kasus pertama virus corona di Hadramawt, provinsi yang dikendalikan pemerintah selatan, menimbulkan kekhawatiran akan wabah.

Negara makin mengalami masalah ketika sedikitnya 21 orang tewas dalam banjir bandang bulan ini, dengan jalan-jalan Aden terendam dan rumah-rumah hancur.

UAE, seperti halnya STC, memiliki kebijakan nol toleransi terhadap Ikhwanul Muslimin dan partai Al-Islah yang dipengaruhi Ikhwanul Yaman, yang memiliki perwakilan dalam pemerintahan yang diakui secara internasional.

Agustus lalu, bentrokan maut meletus antara pemerintah dan pasukan STC, yang mengambil alih Aden, menggulingkan pasukan serikat pekerja yang telah mendirikan pangkalan di sana ketika Presiden Abedrabbo Mansour Hadi melarikan diri dari ibu kota yang dikuasai Huthi, Sanaa, pada Februari 2015.

Perselisihan untuk mengontrol perpecahan di selatan yang terbuka antara mitra-mitra koalisi, yaitu Arab Saudi yang mendukung pemerintah, dan Uni Emirat Arab, pendukung dan penyandang dana STC.

Perjanjian Riyadh disambut sebagai upaya mencegah perpecahan total Yaman, dan dipuji sebagai batu loncatan menuju penyelesaian konflik yang lebih luas di Yaman.

Namun keretakan segera muncul, dengan keluhan tentang kekurangan makanan di selatan, penurunan tajam mata uang, dan kurangnya dana untuk membayar pegawai sektor publik.

STC pada Minggu mengatakan telah terjadi kemunduran layanan publik, yang "jelas tercermin dalam hujan deras terbaru yang menyebabkan orang-orang di Aden sangat menderita".

Pemerintah menggunakan kekuatannya sebagai "senjata untuk membawa kelompok di selatan berlutut," katanya.

Sementara pemerintah dan STC secara teknis bersekutu dalam perang panjang melawan Huthi, para separatis percaya bahwa selatan harus menjadi negara merdeka - seperti sebelum unifikasi pada 1990.