Kriteria Kontak Erat dan Selesai Isolasi Pasien Probable dan Konfirmasi Omicron

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan rincian soal penanganan pasien probable dan konfirmasi Omicron. Penanganan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron (B.1.1.529).

Surat edaran di atas diteken Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin tertanggal 30 Desember 2021 ditujukan kepada seluruh Gubernur, Bupati/Walikota, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan beberapa ketentuan pencegahan dan pengendalian kasus Omicron.

Sesuai surat edaran yang diterima Health Liputan6.com, Selasa (4/1/2022) malam, kriteria kontak erat varian Omicron yang dimaksud adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau kasus terkonfirmasi varian Omicron.

Upaya menemukan kontak erat varian Omicron, antara lain:

  1. Pada kasus probable atau konfirmasi varian Omicron bergejala (simptomatik) dihitung sejak 2 hari sebelum gejala timbul sampai 14 hari setelah gejala timbul (atau hingga kasus melakukan isolasi).

  2. Pada kasus probable atau konfirmasi varian Omicron tidak bergejala (asimptomatik) dihitung sejak 2 hari sebelum pengambilan swab dengan hasil positif sampai 14 hari setelahnya (atau hingga kasus melakukan isolasi).

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Pasien Selesai Isolasi dan Sembuh

Petugas keamanan berjalan di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (15/6/2021). Masing-masing tower Rusun Nagrak memiliki 16 lantai dan 225 unit. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Petugas keamanan berjalan di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (15/6/2021). Masing-masing tower Rusun Nagrak memiliki 16 lantai dan 225 unit. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron (B.1.1.529) juga mengatur kriteria selesai isolasi dan sembuh pada kasus probable dan konfirmasi varian Omicron, sebagai berikut:

  1. Pada kasus yang tidak bergejala (asimptomatik), isolasi dilakukan selama sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi ditambah hasil pemeriksaan Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) negatif selama 2 (dua) kali berturut-turut dengan selang waktu >24 jam.

  2. Pada kasus yang bergejala (simptomatik), isolasi dilakukan selama 10 (sepuluh) hari sejak muncul gejala ditambah dengan sekurang-kurangnya 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan serta hasil pemeriksaan NAAT negatif selama 2 (dua) kali berturut-turut dengan selang waktu >24 jam.

Infografis Ragam Tanggapan Pasien Omicron Lolos Karantina dari Wisma Atlet

Infografis Ragam Tanggapan Pasien Omicron Lolos Karantina dari Wisma Atlet. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Ragam Tanggapan Pasien Omicron Lolos Karantina dari Wisma Atlet. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel