Kritis Terima Informasi Bisa Jadi Jalan Meredam Hoaks

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks saat ini semakin banyak beredar di masyarakat. Apalagi penggunaan media sosial dan aplikasi percakapan semakin masif seiring pertumbuhan jaringan internet.

Hoaks atau kabar bohong menyasar semua bidang. Mulai dari politik, ekonomi dan yang banyak diedarkan belakangan ini terkait dengan kesehatan.

Ironisnya kebanyakan hoaks dibuat secara sengaja untuk mengacaukan kehidupan bermasyarakat.

"Informasi yang beredar bisa menjadi ‘makanan’ yang menyehatkan tapi bisa juga menjadi ‘racun’ yang mengganggu kehidupan kita. Informasi bisa seperti pandemi kalau tidak berhati-hati, bisa menjadi tsunami informasi," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo dilansir laman resmi Kominfo.

"Kehidupan kita saat ini memang tidak bisa lepas dari smartphones atau media sosial. Namun kita bisa berhati-hati dan kritis dalam menerima informasi yang setiap hari beredar untuk meredam hoaks," katanya menambahkan.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Makin Banyak

banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Widodo mengungkapkan sejak awal pandemi virus corona covid-19 sudah ada 1.220 hoaks yang beredar. Dan ia berpesan hoaks serupa bakal terus disebarkan melalui media sosial atau aplikasi percakapan.

"Kalau mendapat informasi yang diduga sensasional, sumbernya meragukan, bahasanya provokatif, sebaiknya kalau mau dihapus ya dihapus saja. Kalau ingin melihat silakan dicek dulu kebenarannya melalui cek fakta," ujarnya menegaskan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: