Kronologi Adik Bunuh Kakak Kandung gara-gara Cinta Tak Direstui di Rokan Hilir

Merdeka.com - Merdeka.com - Cinta yang tak direstui memicu pembunuhan sadis di Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Seorang wanita, MA (20) bersama kekasihnya YS (20), tega menghabisi kakak kandungnya Uli Susanti (23).

Suami kakaknya, Roni Hengki alias Kompeng (32) juga diserang dengan senjata tajam. Pria itu kritis dan dirawat di rumah sakit.

"Motif kedua pelaku sakit hati, dan mereka juga akhirnya menguasai harta korban seusai melakukan pembunuhan," ujar Kapolres Rokan Hilir AKBP Andrian Pramudianto, Selasa (26/7).

Andrian menceritakan, kasus pembunuhan itu terjadi di Kepenghuluan Pelita Paket C, Kecamatan Bagan Sinembah, Jumat (22/7) lalu. Pelaku MA mengaku sakit hati karena dia dan kekasihnya YS, saling suka dan mau dipisahkan sama keluarga korban. Atas dasar itu, mereka merencanakan pembunuhan terhadap kakaknya.

"Kedua pelaku ini pasangan nikah siri," katanya.

Beri Obat Tidur pada Korban

Sebelum melancarkan aksinya, kedua pelaku datang ke rumah korban untuk memantau situasi di dalam rumah dan aktivitasnya. Kemudian, pelaku yang merupakan adik kandung korban memberikan minum teh manis dingin yang telah dicampur dengan obat agar korban tertidur.

"MA memberikan informasi pakai messenger facebook ke YS untuk posisi kamar tidur korban dan posisi letak parang. Setelah membuat rangkaian tersebut pelaku MA meminta antarkan pulang kepada abang iparnya. Dia beralasan ada tamu yang mau karaoke," ucapnya.

Selanjutnya, pelaku YS datang ke rumah korban. Dia berjalan menuju gudang belakang untuk mengambil parang panjang menuju kamar depan. Saat itu, korban Uli sedang tertidur, YS langsung mengayunkan parangnya ke arah leher dan bagian kepala korban berkali-kali hingga korban tidak bernyawa.

Seusai membunuh Uli, pelaku mengambil potongan kalung emas dan handphone korban. Tiba-tiba, terdengar suara sepada motor yang dikendarai suami korban.

"Pelaku YS langsung berlari ke ruang kamar menuju balik pintu samping dan langsung mengayunkan parang ke arah kepala Roni Hengki alias Kompeng," jelas Andrian.

Pelaku Terancam Hukuman Mati

Bhabinkamtibmas dan warga yang mendapat informasi adanya pembunuhan langsung mendatangi rumah korban Uli Susanti dan Kompeng. Kemudian mereka langsung mengamankan kedua pelaku.

"Kebetulan waktu diamankan pelaku, senjata tajam sejenis parang dalam posisi lepas. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Bagan Sinembah," jelas Adrian.

Kedua pelaku diduga melakukan pembunuhan berencana dan dijerat pasal 340 Jo pasal 338 Jo pasal 365 KUHP. Ancaman hukuman penjara seumur hidup hingga maksimal hukuman mati. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel