Kronologi Bentrokan Sebabkan Satu Orang Meninggal Dunia di Jayapura

Merdeka.com - Merdeka.com - Bentrok antar sekelompok orang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua mengalami luka-luka. Peristiwa terjadi pada Minggu (31/7) kemarin.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, bentrok antar dua kelompok orang itu terjadi di depan salah satu mal di Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua.

"Bentrok antar sekelompok orang di Sentani Kabupaten Jayapura itu, satu meninggal dunia, dan 2 orang luka-luka," katanya di Jayapura, Senin (1/8).

Dia mengungkapkan, bentrokan itu berawal dari sekelompok masyarakat berjumlah 5 orang (4 laki-laki dan 1 perempuan) sedang mengonsumsi minuman keras (miras). Kemudian, seseorang berinisial SW memaksa FT (perempuan dalam kelompok itu) untuk melakukan hubungan intim, namun ditolak.

Karena tidak terima dengan perlakuan SW, ayah FT langsung menuju ke TKP dan melempar batu ke arah wajah SW. Sehingga SW kabur ke belakang somel didekat TKP.

“Melihat kejadian tersebut sekelompok masyarakat yang merupakan teman SW, balik mengejar ayah FT sembari melemparinya menggunakan batu yang mengenai kepala dan tangannya sehingga dia (ayah FT) lari ke kompleks kali kering dan memanggil masyarakat yang berada di kompleks itu,” jelas Kamal.

Dari kejadian itu, sekelompok warga yang merupakan teman ayah FT membawa alat tajam berupa parang dan panah mendatangi TKP. Mereka langsung melakukan penyerangan terhadap SW dan kawan-kawannya itu.

“Dari situ terjadi bentrok antar dua kelompok tersebut. Dan salah satu warga kemudian melapor ke penjagaan Polres Jayapura,” terangnya.

Personel gabungan Polres Jayapura langsung mendatangi TKP dan menemukan tiga orang warga berada di TKP. Polisi selanjutnya mengamankannya serta membawa IW, salah satu korban ke RS Yowari untuk mendapat perawatan.

“Dari keterangan ketiga warga bahwa salah satu teman dari mereka belum diketahui keberadaannya. Dan setelah dilakukan pencarian di sekitar TKP didapati korban SW telah meninggal dunia (MD) dalam posisi tengkurap di lorong jalan samping swalayan di sekitar TKP,” ungkap Kamal.

Situasi pasca kejadian saat ini relatif aman dan kondusif, personel gabungan terus melakukan patroli di Kota Sentani.

Kamal pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan situasi mengganggu stabilitas keamanan di Kabupaten Jayapura. Polres Jayapura akan secara profesional menangani kasus ini.

“Jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas keamanan. Kami juga ingatkan kepada seluruh masyarakat untuk stop mengonsumsi miras karena awal terjadi tindak pidana itu karena minum miras,” tandasnya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel