Kronologi Bripka SAS Minta Duit Damai Rp2,2 Juta ke Pengendara Motor di Bogor

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Polresta Bogor menjelaskan kronologi pemerasan dilakukan anggotanya berinisial Bripka SAS kepada pemotor di salah satu ruas jalan Kota Bogor, Jawa Barat. Aksi Bripka SAS meminta duit Rp2,2 juta sebagai uang damai kepada pengendara motor yang melakukan pelanggaran kemudian viral di media sosial.

Wakapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan mengatakan, peristiwa itu terjadi di Jalan Pajajaran, Kota Bogor pada Sabtu (23/4) pagi. Menurut Ferdy, saat itu Bripka SAS menuju pulang ke kediamannya di Perumahan Villa Padjajaran Indah dan melihat pengendara motor tidak dilengkapi dengan perlengkapan dan surat-surat kendaraan.

"Kemudian dia langsung menghentikan dan memeriksa kepada pengendara motor tersebut, korbannya adalah saudara AD," kata Ferdy, Senin (25/4).

Namun Ferdy mengatakan, Bripka SAS bukan menilang malah menakut-nakuti pengendara tersebut dengan ancaman 14 hari penjara karena menggunakan kendaraan dan surat-surat tak lengkap. Akibat ancaman itu membuat korban berusaha melakukan upaya damai kepada Bripka SAS.

"Kemudian karena ada ancaman tersebut masyarakat saudara AD ini menjadi takut dan sehingga berusaha terjadi negosiasi tersebut," ujar Ferdy.

Pelaku Bukan Anggota Satlantas

Kasus pemerasan tersebut kemudian viral di media sosial hingga Polresta Bogor menerjunkan Propam dan Paminal untuk melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan kemudian Bripka SAS dilakukan di kediamannya untuk dilakukan pemeriksaan pada malam harinya.

Ferdy menambahkan, dari hasil pemeriksaan Bripka SAS mengakui perbuatannya yang viral di media sosial tersebut. Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa anggota Polsek Tanah Sareal Bogor itu awalnya meminta uang damai kepada korban sebesar Rp2,2 juta.

Kemudian karena korban tidak memiliki uang sebesar itu terjadi negosiasi dan disepakati menjadi Rp1.020.000 juta. Korban kemudian menyerahkan uang tersebut kepada Bripka SAS setelah menghubungi keluarganya untuk segera dikirimkan melalui transfer melalui bank.

"Dia bukan bertugas di Satlantas. Dia hanya bertugas di SPKT Polsek Tanah Sereal, kebetulan dia pulang menuju ke rumahnya subuh itu melihat ada masyarakat yang mengendarai sepeda motor yang melanggar, dia menanyakan. Karena mungkin masyarakat ini awan, melihat ada yang menanyakan menggunakan seragam anggota Polri, sehingga ya mau saja diarahkan seperti itu," ujar dia.

Motif Meras untuk Kepentingan Pribadi

Menurut Ferdy, Bripka SAS mengaku motif melakukan perbuatan tersebut untuk mencari keuntungan pribadi. Bripka SAS saat ini ditahan di ruangan khusus selama tujuh hari ke depan sambil menunggu proses persidangan profesi kode etik Polri.

Pihak Propam juga akan berusaha menghubungi korban AD dan saudaranya yang mengirimkan uang untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Serta untuk menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan laporan korban di media sosial sudah ditindaklanjuti Polresta Bogor Kota.

"Kita akan ajukan kepada sidang Komisi Kode Etik Polri ancaman hukumnya terberat adalah PTDH. Barang bukti yang sudah kita amankan malam itu juga adalah uang hasil kiriman uang keluarga korban AD ini adalah rekening Bripka SHS sebesar Rp1.000.000 dan sudah diakui dan sekarang sudah dilakukan penyitaan," tutup Ferdy. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel