Kronologi Ivan Gunawan Terima Endorse DNA Pro

Merdeka.com - Merdeka.com - Perancang busana, Ivan Gunawan hadir sebagai saksi kasus penipuan investasi melalui aplikasi robot trading bernama DNA Pro. Ia menjadi salah seorang dari beberapa publik figur yang mendapat endorsement untuk mengiklankan aplikasi tersebut.

Persidangan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL. RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (1/11). Majelis Hakim yang diketuai Hera Kartiningsih menanyakan kepada Ivan Gunawan mengenai tawaran untuk mengiklankan DNA Pro dan keterangan di BAP.

Pria yang akrab disapa Igun itu menjelaskan bahwa tawaran endorsement datang dari manajernya bernama Teddy. Hal yang berhubungan dengan pekerjaan memang biasanya diurus oleh Teddy.

Manajernya dihubungi oleh Rian dan Rudy Kusumah. Mereka menawarkan kerjasama agar Ivan Gunawan mengunggah materi sesuai yang diinstruksikan di media sosial miliknya. Ia tidak curiga karena saat tawaran itu masuk pada awal tahun, industri trading sedang naik daun.

"Saya buat konten dan posting selama tiga bulan. Semua postingan ada petunjuknya. Secara detil ga tahu (DNA Pro), setahu saya ini investasi dijalankan robot trading," ungkapnya.

Namun, kecurigaan itu muncul saat Ivan Gunawan mendapat saran dari salah seorang teman yang memintanya lebih berhati-hati. Saat itu, ia sudah sekira dua kali mengunggah mengenai robot trading DNA Pro. Lalu memutuskan untuk mengakhiri kerjasama setelah mendengar pemberitaan bahwa perusahaan tersebut ilegal.

"Saya bilang ke manajemen bilang akhiri kerjasama,” kata dia.

Setelah itu, seiring perkembangan kasus hingga ada tersangka, Ivan Gunawan mengembalikan uang untuk keperluan endorsment robot trading DNA Pro kepada penyidik Bareskrim Polri. Nilai kerjasamanya sebesar Rp1 miliar.

"Menerima Rp920 juta. Sisanya disimpan di aplikasi itu, untuk dimasukan ke dalam materi video (konten) itu. Saya sudah mengembalikan, diserahkan kepada kepolisian," ujarnya.

Sejauh ini, sudah ada 10 terdakwa berinisial JG, RK, R, YTS, EDP, DT, SR, RS, HAM, dan FYT. Berdasarkan penyidikan Mabes Polri, tercatat ada sebanyak 122 korban penipuan DNA Pro yang mengalami kerugian dengan total hingga Rp17 miliar.

Usai sidang, Ivan Gunawan mengaku persidangan ini menyita waktu di tengah kesibukannya. Namun, sebagai warga negara yang taat hukum, dia pasti berkomitmen mengikutinya dan memberikan kesaksian. Sebelumnya, ia diminta keterangan oleh polisi sebagai saksi.

“Walaupun menyita pekerjaan saya, menyita waktu saya, saya berharap kehadiran saya bisa membantu proses penyelidikan lebih lanjut,” ucap dia.

“Saya poinnya mendapat pekerjaan dari orang kan gak mungkin ngecek perusahaan seperti apa, aliran dananya dari mana, masa saya tanya. Dengan adanya kasus ini yang jelas karya saya tertutup,” pungkasnya. [fik]