Kronologi Jembatan Ambruk di Probolinggo Sebabkan 40 Siswa SMP Jatuh ke Sungai

Merdeka.com - Merdeka.com - 40 Siswa dan seorang guru SMP 1 Pajarakan, Probolinggo, Jawa Timur, jatuh ke sungai setelah jembatan dilewati ambruk. Peristiwa itu terjadi di Desa Krengenan, Probolinggo, pada Jumat (9/9).

Jembatan gantung itu menjadi penghubung antara Desa Kregenan di Kecamatan Kraksaan dan Desa Pajarakan Kulon di Kecamatan Pajarakan yang sering digunakan oleh warga di dua desa setempat.

Berdasarkan kronologi diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, insiden itu berawal ketika 150 siswa SMP 1 Pajarakan menggelar jalan santai dan saat melewati jembatan gantung tersebut. Di tengah jembatan tiba-tiba diduga ada beberapa anak berayun-ayun sehingga menyebabkan tali jembatan putus.

"Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana sudah melakukan assesment dan Pusdalops berkoordinasi dengan pemerintah dan relawan setempat terkait insiden putusnya jembatan gantung itu," kata kata Supervisor Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Probolinggo, Aries Setyawan, saat dikonfirmasi di Probolinggo, Jumat (9/9).

Biaya Perawatan Korban Ditanggung Pemkab Probolinggo

Aries mengatakan, Pemkab Probolinggo, akan menanggung biaya pengobatan kesehatan para korban yang jatuh akibat jembatan putus. Pengobatan para korban akan sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah karena kejadian tersebut melakukan bencana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aparat kepolisian memasang garis polisi (police line) di lokasi jembatan gantung yang putus agar warga tidak mendekat ke lokasi tersebut. Hal ini juga dilakukan untuk memudahkan polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyatakan sebanyak 40 siswa dan satu guru terjatuh ke sungai saat terjadi jembatan gantung putus di Desa Krengenan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (9/9).

13 Korban Dirawat di Rumah Sakit

Aries menambahkan, 28 korban mengalami luka ringan dan 13 dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Pihak BPBD Probolinggo membantah informasi yang menyebutkan bahwa ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

"Sebanyak 28 orang mengalami luka ringan dan 13 orang dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Waluyojati untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Aries.

Aries menegaskan, 13 korban dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

"Kondisi terakhir, rujukan dari Puskesmas Pajarakan sebanyak 13 orang korban yang dibawa ke RS Waluyojati untuk pemeriksaan lebih lanjut," tutur dia. [gil]