Kronologi Kasus Driver Ojol Tendang Penumpang Versi Atlet Binaraga Wanita

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus tendangan driver ojek online (ojol) terhadap seorang atlet binaraga wanita sedang ditangani kepolisian. Belum ada tersangka dalam peristiwa yang terjadi di Jalan Purnawarman, Kota Bandung, 1 November lalu itu.

Warganet beberapa waktu menanggapi pro kontra video seorang pria dengan jaket ojol menendang seorang wanita yang tersebar di media sosial. Diketahui, perempuan tersebut bernama Anoy Roz.

Setelah ramai, beberapa hari kemudian, Anoy didampingi kuasa hukumnya mendatangi Polrestabes Bandung untuk melaporkan kejadian yang menimpanya. Anoy mengatakan semua itu bermula saat kendaraannya mengalami masalah. Kemudian, ia memesan ojol untuk pergi ke tempat klien bisnisnya.

Dia pun memberi tahu lokasi penjemputan di depan pintu masuk Bandung Electronic Center (BEC), termasuk warna pakaian yang dikenakannya. Namun, 15 menit berlalu, driver ojol tak kunjung datang. Kemudian, ia menyampaikan bahwa pesanan ojol dibatalkan setelah melalui persetujuan kedua belah pihak. Kemudian Anoy memesan lagi ojol yang lain.

"Tiba-tiba, ojol driver Grab pertama sudah nungguin di depan padahal sudah cancel, dia hampirin saya," ucap Anoy, Senin (14/11).

Saat dihampiri, Anoy berniat memberikan uang pengganti kepada driver pertama sekaligus meminta maaf karena sudah membatalkan orderan. Namun ia mendapat tendangan seperti yang terlihat dalam video amatir yang tersebar di media sosial.

"Pas saya turun, dia mau pukul, tapi tidak kena dan berusaha menendang, saya hampir jatuh ke tengah jalan," ucapnya.

Kuasa Hukum dari korban, Ucok Rolando P. Tamba menjelaskan kasus ini sudah dilaporkan ke Satreskrim Polrestabes Bandung dilengkapi dengan sejumlah bukti.

"Diharapkan polisi dapat mengusut kasus ini sampai tuntas," tandas dia.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Aswin Sipayung mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Meski begitu, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Iya, seluruh perkara kita atensi ini juga jadi atensi penyidik. Sampai saat ini belum (ada tersangka) nanti setelah ada perkembangan penyidikan kami sampaikan lebih lanjut," ucap dia.

Pihak Grab Indonesia diketahui sudah menjatuhkan sanksi dan memutus hubungan kemitraan dengan driver ojol tersebut, hingga memasukkannya dalam daftar hitam.

Selang beberapa hari, muncul surat terbuka di media sosial yang disebut berasal dari pihak ojol. Isi surat tersebut ditampilkan dalam video berdurasi 21 detik yang diunggah oleh akun twitter @r3fi0709.

Isi dari surat terbuka itu berisi kronologis versi ojol. Menerima order, ia mendatangi titik lokasi dari Anoy. Sempat kesulitan mencari, ia mengirim pesan untuk mengetahui persis posisi Anoy. Sang driver kemudian mencoba mengkonfirmasi posisi melalui telepon yang ada dalam aplikasi.

Namun, berdasarkan surat terbuka itu, driver ojol mendapat kata kasar hingga akhirnya terjadi pembatalan pemesanan. Tersulut emosi, ia memutuskan mendatangi Anoy.

Lalu keduanya bertemu, mereka terlibat percakapan. Customer sempat meminta maaf. Saat sang driver ojol hendak meninggalkan tempat, ia mendengar perkataan yang tidak mengenakkan. Hingga terjadi dugaan tendangan seperti yang terlihat di video.

"Saya adalah contoh yang buruk bagi teman-teman ojek online sekalian. Saya adalah seorang manusia yang gagal menjaga hari untuk tetap sabar dan sadar menempatkan diri," potongan tulisan dalam paragraf terakhir dalam surat terbuka tersebut.

Meski begitu, belum dapat dipastikan sumber video dan surat terbuka yang ditulis pada 10 November tersebut. [cob]