Kronologi Kereta Anjlok di Stasiun Cilebut  

TEMPO.CO, Jakarta -- Kereta rel listrik commuter line jurusan Bogor-Jakarta anjlok pagi ini. Seorang saksi mata, Ria Tanjung Pura, 42 tahun, menuturkan, kereta mendadak miring menjelang memasuki Stasiun Cilebut, Bogor.

"Dari peron, saya melihat laju kereta sudah tidak stabil," kata Ria, Kamis, 4 Oktober 2012. Ia menceritakan, laju gerbong satu dan dua berjalan lancar saat memasuki jalur satu.

Namun situasi langsung berubah ketika gerbong tiga mencoba masuk ke jalur satu. Tiba-tiba, kata Ria, gerbong tiga oleng dan langsung terhenti di antara jalur satu dan dua. "Posisinya jadi melintang dan sempat menabrak sebuah pos kecil tempat pemeriksaan karcis," ujarnya.

Dari pengakuannya, hanya gerbong tiga yang anjlok. Sementara gerbong sisanya berada dalam kondisi normal. Melihat kejadian itu, para penumpang langsung panik dan lari berhamburan. Beruntung, tidak ada korban dari peristiwa itu, padahal kereta dipadati oleh penumpang.

Ria yang bekerja di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku kaget. "Baru kali ini saya melihat kereta anjlok," serunya.

Kemudian bersama puluhan penumpang lainnya, Ria tetap memilih melanjutkan perjalanan ke Jakarta dengan naik KRL commuter line dari Stasiun Bojong Gede. Ia menyebutkan, pihak stasiun sudah mengumumkan bahwa kereta dari arah Jakarta hanya berhenti sampai di Stasiun Bojong Gede.

Sebelumnya, juru bicara PT KAI Daerah Operasi I, Mateta Rijalulhaq, mengatakan, kereta anjlok sekitar pukul 06.15. Hingga kini, petugas masih melakukan evakuasi dan belum diketahui penyebabnya.

ADITYA BUDIMAN

Berita Lainnya:

Jokowi Juga Populer di Malaysia

Kecanduan Internet Masuk Daftar Penyakit Psikologi

Sakit Hati, Foto Bugil Kekasih Disebar ke Facebook

Cara Putri Gus Dur ''Merayu'' Djoko Susilo

Bibit Waluyo: Saya Bukan Bajing Loncat

Survei: Jokowi Calon Gubernur Jawa Tengah Pilihan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.