Kronologi Lengkap Mobil Tabrak Ruko Lalu Terbakar dan Tewaskan 7 Orang di Samarinda

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi segera merampungkan kasus mobil menabrak dan menghanguskan bangunan ruko di Samarinda yang menewaskan 7 orang, Minggu (17/4). Penyidik telah mengumpulkan data dan kronologi kejadian itu.

Sopir mobil Mp (21) yang telah ditetapkan tersangka ternyata tidak mengantongi surat izin mengemudi (SIM). Pemuda itu merupakan seorang mekanik di Sangatta, Kutai Timur. Dia mengendarai mobil Toyota Hilux KT 8502 NN dari Bengalon di Kabupaten Kutai Timur.

"Jadi mobil ini adalah mobil rental di Samarinda. Tersangka diminta tolong untuk ambil dan antar mobil itu dari Bengalon ke Samarinda, karena sudah habis masa kontrak," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli di Mapolresta Samarinda, Rabu (20/4).

Sopir Kelelahan

Mp mengajak seorang temannya mengambil mobil di Bengalon. Dalam perjalanan yang diperkirakan memakan waktu 7 jam ke Samarinda itu, rekan Mp nyaris tidur sepanjang perjalanan.

"Hasil pemeriksaan, Mp tidak memiliki SIM. Yang bersangkutan (tersangka Mp) juga mengaku kelelahan saat berkendara. Saat jalan, tersangka mengangkut satu motor yang nanti akan digunakan kembali ke Bengalon, setelah mengantar mobil itu di Samarinda," jelas Ary.

Berdasarkan hasil olah TKP Inafis, Satreskrim Polresta Samarinda dan juga Labfor Polri Cabang Surabaya, tersangka Mp yang mengendarai mobil itu lebih dulu mengalami kecelakaan hingga akhirnya terjadinya kebakaran.

"Kebakaran didahului kejadian Lakalantas tunggal yang dialami Toyota Hilux KT 8502 NN. Sempat oleng dan menabrak pagar sisi depan ruko, kemudian terhenti di parit," terang Ary.

"Setelah itu, mobil mengeluarkan api dan menjalar ke seluruh mobil dan mulai membakar salah satu ruko. Pertama, ruko yang terbakar adalah berjualan plastik, kedua adalah toko elektronik dan ketiga adalah menjual sayur," tambah Ary.

"Dari toko yang ketiga ini, ditemukan 8 orang korban. Di mana 7 orang awalnya tidak sadarkan diri dan satu orang kritis," jelas Ary.

Hasil Tes Urine Negatif Narkoba

Kedelapan korban dibawa ke RSUD AW Sjachranie. Tujuh orang satu keluarga itu dinyatakan meninggal dunia. Satu orang korban lagi, perempuan usia 9 tahun, dalam kondisi kritis.

Sempat mencuat dugaan tersangka Mp sedang di bawah pengaruh narkotika, maupun miras. Namun hasil pemeriksaan urine tersangka menunjukkan hasil negatif.

Mp ditangkap sekitar 4 jam kemudian usai kejadian. Dia ditetapkan tersangka karena kelalaiannya mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain sehingga dijerat dengan Pasal 359 subsider Pasal 188 KUHP.

Diberitakan sebelumnya, bangunan ruko di Jalan AW Sjahranie Samarinda, Kalimantan Timur terbakar Minggu (17/4) sekitar pukul 04.45 Wita. Kebakaran terjadi setelah mobil dobel kabin menabrak pagar besi ruko dan bensin eceran sehingga menimbulkan percikan api dan membakar ruko. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel