Kronologi Nirina Zubir Saat Walk Out dari Wawancara di Stasiun TV Terkait Kasus Dugaan Penipuan Mafia Tanah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kasus penipuan mafia tanah keluarga yang dialami Nirina Zubir jadi sorotan masyarakat. Karena dianggap serius, stasiun televisi TV One mengundang bintang film Paranoia untuk membahas masalah tersebut. Televisi dengan segmen berita ini ingin menggali masalah yang tengah dihadapi Nirina Zubir.

Nirina Zubir menyambut baik ajakan TV One yang memintanya melakukan wawancara membahas masalah penipuan mafia tanah keluarga yang dialaminya. Kepada Nirina Zubir, TV One juga menjanjikan bakal mendatangkan perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai narasumber.

Namun dialog Nirina Zubir dengan TV One justru berakhir kisruh. Istri Ernest Cokelat memutuskan untuk walk out dari sesi wawancara yang sedang ditayangkan secara langsung. Ada hal yang mengganggu Nirina Zubir dari narasumber yang dihadirkan televisi berlogo merah itu.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pengacara Pelaku

Detik-detik Nirina Zubir walkout dari sesi wawancara di televisi TV One (YouTube)
Detik-detik Nirina Zubir walkout dari sesi wawancara di televisi TV One (YouTube)

Saat sesi wawancara dengan TV One berlangsung, Nirina Zubir didampingi oleh kuasa hukumnya, Ruben Jeffrey. Perhatiannya kemudian terpecah tatkala TV One menghadirkan pria bernama Syafrudin.

Syafrudin diketahui merupakan pengacara dari Riri Khasmita, mantan asisten rumah tangga Nirina Zubir, yang dilaporkan bintang film Get Married ke polisi karena melakukan penipuan surat tanah keluarga.

Bukan Pengacara Mantan ART

Kekecewaan Nirina Zubir kepada stasiun televisi TV One (Instagram Stories)
Kekecewaan Nirina Zubir kepada stasiun televisi TV One (Instagram Stories)

Nirina Zubir kecewa karena dirinya dipertemukan dengan Syafrudin yang diperkenalkan TV One sebagai kuasa hukum Riri Khasmita. Padahal, Nirina Zubir mengetahui, pengacara mantan asisten rumah tangganya bukan Syafrudin.

"Nirina (wawancara) live bersama orang yang adalah mengaku kuasa hukum dari tersangka Riri, yang kita ketahui bukan dia," kata Nirina Zubir dengan ekspresi kecewa di Instagram Stories, seperti dilihat Liputan6.com, Jumat (19/11/2021).

Tuntut Permintaan Maaf

Nirina Zubir jumpa pers soal kasus mafia tanah yang menimpa keluarganya (Bayu Hendarto/Kapanlagi.com)
Nirina Zubir jumpa pers soal kasus mafia tanah yang menimpa keluarganya (Bayu Hendarto/Kapanlagi.com)

Nirina Zubir makin merasa yakin jika Syafrudin bukanlah pengacara mantan asisten rumah tangganya karena dinilai tak menguasai persoalan yang sedang dihadapi. Termasuk, sejumlah uraian yang dianggap Nirina Zubir terasa janggal.

Merasa ditampilkan bersama orang yang bukan semestinya berbicara, Nirina Zubir meminta agar TV One mengajukan permintaan maaf kepada dirinya dan pengacaranya. "I'm very disappointed. Dan saya beserta lawyer saya juga meminta surat permohonan maaf. Saya tunggu," dia mengingatkan.

Penjelasan TV One

Respon TV One atas walk out Nirina Zubir di acara Apa Kabar Indonesia Malam (https://www.instagram.com/p/CWbVUBLLmDp/)
Respon TV One atas walk out Nirina Zubir di acara Apa Kabar Indonesia Malam (https://www.instagram.com/p/CWbVUBLLmDp/)

Eduardus Karel Dewanto selaku Penanggung Jawab Program Apa Kabar Indonesia Malam, yang menampilkan Nirina Zubir dan Syafrudin, merespon permintaan bintang film Keluarga Cemara. Melalui akun Instagram, Eduardus memberikan penjelasan atas kejadian yang membuat Nirina Zubir walk out dari sesi wawancara.

"Sama sekali tvOne tidak bermaksud menjebak, seperti disampaikan Mbak Nirina dengan menghadirkan pengacara tersangka Riri. Semata mata, kehadiran pengacara tersangka tersebut untuk memenuhi kaidah pemberitaan yang seimbang dan menghormati asas praduga tak bersalah," tulisnya di Instagram, Jumat (19/11/2021)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel