Kronologi Penangkapan Neneng Versi KPK  

TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupi menangkap Neneng Sri Wahyuni, pelarian kasus korupsi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Rabu, 13 Juni 2012. Istri terpidana Muhammad Nazaruddin ini dibekuk di rumahnya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. "Neneng kami tangkap pukul 15.30," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP.

Sebelum mencapai Pejaten, Neneng melakukan perjalanan terlebih dahulu dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia. Sekitar pukul 11.30, pesawat yang membawa Neneng mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Penyidik pun mengikuti gerak-gerik Neneng.

"Kami ikuti mobilnya yang mengarah ke kawasan Pejaten," kata Johan. "Sebelum kehilangan jejak, kami langsung menangkapnya."

Neneng meninggalkan Indonesia pada 23 Mei 2011. Waktu itu dia dan suaminya melarikan diri dengan menyinggahi enam negara. Pada 25 Juli 2011 kepolisian Kolombia mendeteksi keberadaan suami-istri itu. Polisi membekuk Nazaruddin pada 6 Agustus 2011, sedangkan Neneng diduga terbang ke Kuala Lumpur, menemui anak-anaknya.

Delapan bulan setelah itu, tepatnya 24 April 2012, pejabat senior Kedutaan Besar RI di Malaysia, Amiruddin Panjaitan, menyebutkan Neneng belum keluar dari Malaysia. »Dia terdeteksi masuk Malaysia pada Mei 2010," kata dia.

Meski belum beranjak dari Malaysia, polisi atau Interpol belum bisa mengendus di mana pastinya Neneng berada.

CORNILA DESYANA

Berita Terkait

Keluarga Sebut Neneng Menyerahkan Diri

Kenapa Neneng Diburu?

KPK Tangkap Neneng di Pejaten

Bancakan Duit Kongres Anas, Ismiyati Siap Digantung

Saiful Mujani: SBY Galang Dukungan Mencopot Anas

SBY Temui Para Purnawirawan TNI

Wa Ode : Yang Pasti Semua Akan Saya Ungkap

SBY Dengarkan Risau Kader Demokrat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.