Kronologi Penangkapan Oknum Suap Bupati Buol Sulteng

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan oknum swasta dalam operasi tangan yang dilakukan di Kabupaten Buol, Selawesi Tengah, Selasa (26/6/2012) siang.

Terkait Kronologi, kata sumber Tribunnews.com di KPK, mengungkapkan jika A ditangkap pada pukul 07.00 Wita saat mengendarai mobilnya di salah satu tempa di Kabupaten Buol. Upaya penangkapan karena adanya laporan dari masyarakat ke KPK.

Laporan itu yakni dugaan praktik penyuapan dalam hal penerbitan surat hak lahan suatu perkebunan di wilayah kewenangan Bupati Buol.

"Jadi tim berangkat sejak Senin (25/6/2012) kemarin ke sana (Buol). Diduga penyerahan sejumlah dana sudah terjadi sebelumnya. KPK menurunkan 2 tim. Untuk mengejar pemberi dan penerima," terang suber tersebut, Selasa (26/6/2012) malam.

Saat sampai Selasa pagi, sekitar pukul 06.00 Wita, tim lanjut Johan langsung berkoordinasi dengan Polres Boul dan Polda Sulawesi Tengah.

"Setelah itu tim langsung bergerak, dan menemukan si A dengan kendaraannya sedang melintas di jalan. Tim 1 langsung mengejarnya, dan berhasil ditangkap," terangnya.

Kemudian setelah ditangkap, A dibawa ke Polres Boul untuk diperiksa. Dari keterangan yang didapat, Tim 2 langsung mengejar penerima suap.

"Tim bergerak lagi siang hari, dan menemukan target sedang bersama rombongannya melintas di jalanan mengunakan kendaraan. Namun entah kenapa seakan tahu, mobil si target langsung menabrakan ke mobil petuga KPK," paparnya.

Kemudian, target kabur dengan mobilnya tersebut. Tim langsung mengejarnya namun lolos.

Setelah itun tim memutuskan untuk menuju kediamanan target. Kendati demikian di sana tim melihat sudah ratusan orang berjaga-jaga. Bahkan ada beberapa orang yang terlihat membawa senjata tajam dan sebagainya.

"Akhirnya tim memutuskan untuk tak meneruskan perburuan. Dan fokus terlebih dahulu dengan A yang sudah ditangkap. Saat ini sudah dibawa ke Polres Toli-Toli," tandasnya.

Sementara informasi yang dihimpun Tribun, bahwa A merupakan Anshori, Manager di Perusahaan kelapa sawit bernama Hardaya Inti Plantation milik pengusaha Tati Murdaya. Sementara si penerima yakni Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amran Batalipu.

Hukum
  • KPK Dapat Dukungan Kapolres Boul Tangkap Oknum Suap
  • Kendaraan KPK Dirusak Saat Tangkap Bupati Buol
  • NUrhayati Ali: Anas Senang Akan Diperiksa KPK
  • KPK Tetapkan A Tersangka Suap di Boul Sulteng
  • Sutan: Saya Tidak Tahu Pemanggilan Anas
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.