Kronologi Penangkapan Pelaku Parodi Lagu Indonesia Raya di Sabah Malaysia dan Cianjur

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pembuat parodi Lagu Indonesia Raya yang sempat heboh di YouTube akhirnya ditangkap di Cianjur, Jawa Barat. Penangkapan itu berkat kolaborasi polisi Indonesia dan Malaysia.

Ada dua pelaku yang ditangkap, mereka berasal dari Sabah dan Cianjur. Usia keduanya masih di bawah umur.

Kasus parodi lagu Indonesia Raya sempat membuat kesal netizen Indonesia. Mereka menuntut Malaysia minta maaf.

Ternyata, penyelidikan awal menunjukan pelakunya adalah orang Indonesia. Berikut kronologinya:

1. Video Muncul

Bendera Indonesia dan Bendara Malaysia yang berkibar pada 22 April 2009. (AFP/ADEK BERRY)
Bendera Indonesia dan Bendara Malaysia yang berkibar pada 22 April 2009. (AFP/ADEK BERRY)

Jelang akhir Desember 2020, warga Indonesia dibuat heboh oleh parodi Lagu Indonesia Raya di kanal YouTube bernama My Asean. Pada lagu itu, presiden Indonesia turut diolok-olok.

Video itu lantas di-take down, sementara Kementerian Luar Negeri mengirimkan protes ke pemerintah Malaysia.

2. Investigasi Polisi Diraja Malaysia

Dubes Zainal memberi pidato untuk membuka perayaan HUT Kemerdekaan malaysia di Indonesia, Rabu (11/9/2019) (Liputan6.com/Windy Febriana)
Dubes Zainal memberi pidato untuk membuka perayaan HUT Kemerdekaan malaysia di Indonesia, Rabu (11/9/2019) (Liputan6.com/Windy Febriana)

Kemlu pada awalnya menyebut pelaku terindikasi adalah orang Malaysia dan akan dihukum sesuai hukuman Malaysia. Namun, ternyata pelakunya orang Indonesia sendiri.

Pada 28 Desember 2020, Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menangkap terduga pelaku seorang TKI berusia 40-an di Sabah.

3. Koordinasi Indonesia-Malaysia

ilustrasi Malaysia. (AFP)
ilustrasi Malaysia. (AFP)

Pada 31 Desember 2020, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Abdul Hamid Bador di Malaysia berkata telah menyerahkan hasil investigasi kepada Indonesia.

Abdul Hamid berkata masih terus menginterogasi pelaku berusia 40-an tersebut. Lantas, ia berkata pelaku akan segera terkuak.

4. Tertangkap di Cianjur

Ilustrasi Bendera Indonesia. (Bola.com/Pixabay)
Ilustrasi Bendera Indonesia. (Bola.com/Pixabay)

Investigasi di Sabah menunjukan ada dua pelaku yang masih remaja. Salah satunya berasal dari Cianjur. Pelaku berinisial MDF itu masih 16 tahun.

Ada juga pelaku lain di Sabah berusia 11 tahun dengan inisial NJ. Keduanya adalah teman di dunia maya.

"MDF berusia 16 tahun kelas 3 SMP sudah dibawa ke Bareskrim dilakukan pemeriksaan," ucap Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Jumat (1/1/2021).

5. Pelaku di Sabah

Bendera Indonesia-Malaysia (asean-investor.com)
Bendera Indonesia-Malaysia (asean-investor.com)

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono berkata pelaku yang berada di Sabah adalah anak dari pekerja di ladang sawit. Ia ikut ke negeri jiran bersama orangtuanya.

"Kenapa NJ ada di sana? Karena mengikuti orangtuanya yang bekerja sebagai TKI sebagai driver di salah satu perusahaan perkebunan di Sabah Malaysia," papar Argo.

6. Komentar Dubes RI di Malaysia

Bendera Malaysia (AFP PHOTO)
Bendera Malaysia (AFP PHOTO)

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono meminta agar masyarakat tetap menunggu hasil kerja kepolisian.

Ia berharap tak ada komentar yang memperkeruh suasana.

"Semua pihak diharapkan bersabar dan tindak memberikan komentar yang justru dapat memanaskan suasana. Berikan kesempatan Polri dan Polisi Malaysia untuk mengungkap kasus ini secara tuntas," ujarnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: