Kronologi Penembakan Dua Teroris Poso, Berawal dari Jejak Makanan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan kronologi penembakan dua teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah yakni Rukli dan Ahmad Panjang.

“Telah terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dengan DPO di Pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong pada Minggu, 11 Juli pukul 03.00 WITA,” kata Ramadhan di Mabes Polri pada Senin, 12 Juli 2021.

Menurut dia, tiga orang anggota Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabssus) Tricakti berhasil menembak dua orang buronan teroris Poso meninggal dunia atas nama Rukli dan Ahmad Panjang.

“Dua DPO yang meninggal dunia dievakuasi menggunakan helikopter,” ujarnya.

Mulanya, kata dia, peristiwa tersebut atas adanya informasi dari warga telah kehilangan sejumlah barang berupa makanan. Kemudian, tim menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat dengan melakukan penyisiran.

“Ditemukan jejak bekas makanan DPO teroris Poso,” jelas dia.

Selanjutnya, Ramadhan mengatakan tim berhasil menemukan para DPO sekitar pukul 03.00 WITA. Di situlah, kata dia, terjadi kontak tembak hingga menewaskan dua orang teroris yang buron bernama Rukli dan Ahmad Panjang.

“Saat ini, Koopsgabasus masih terus melakukan pengejaran terhadap sisa DPO teroris Poso yang lolos dari penyergapan,” ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel