Kronologi Petugas Dinsos Pekalongan Kepergok Karaokean saat Banjir

Dedy Priatmojo
·Bacaan 3 menit

VIVA – Postingan foto petugas Dinsos Kota Pekalongan yang santai dan asyik karaokean disaat warga Kota Pekalongan tengah dilanda banjir mendapat sorotan netizen baru-baru ini. Akun Facebook Mamase Eko memposting rumitnya warga mengurus bantuan logistik banjir di Dinas Sosial Kota Pekalongan.

Hingga kini, postingan yang diunggah 9 Februari 2021 itu telah memperoleh 7,8 ribu komentar dan 1,3 ribu kali dibagikan.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam, 7 Februari 2021, persisnya pukul 21.15 Wib. Ada 5 orang warga Kelurahan Krapyak Kota Pekalongan, termasuk Ketua RT dan RW setempat, datang ke Dinsos-P2KB Kota Pekalongan dengan tujuan untuk meminta bantuan logistik bagi korban banjir di 4 RT Kelurahan Krapyak.

Akun Mamase Eko mengatakan sesampainya di kantor Dinsos, salah satu petugas mengatakan kalau stok beras kosong. Namun Ia tidak begitu yakin stoknya kosong.

Oleh petugas lain lalu ditanyai surat-menyurat administrasi soal permohonan bantuan. Petugas berdalih tanpa administrasi yang lengkap dari Kelurahan bantuan tidak bisa dikeluarkan. Sempat dinego warga agar surat-menyurat itu menyusul yang penting bantuan untuk korban banjir diprioritaskan, namun petugas itu bergeming.

Pihak warga geram karena untuk bisa sampai ke kantor Dinsos mereka mesti menerjang banjir yang cukup dalam. Warga semakin emosi ketika di dalam terdapat petugas Dinsos yang sedang santai asyik karaoke, disisi lain ada warga korban banjir yang meminta bantuan beras malah dipersulit.

Setelah berdebat dengan petugas, akhirnya warga diberikan jatah beras 25 kilogram untuk 4 RT. Warga tetap diminta keesokan harinya untuk membawa surat-surat dari kelurahan perihal permintaan bantuan beras korban banjir di Kota Pekalongan.

"Perlu kami sampaikan klarifikasi, bahwa ketersediaan bantuan untuk penyaluran bantuan bencana banjir pada saat itu memang sangat terbatas dan menipis bahkan relatif kosong, sehingga pada saat itu baru bisa diserahkan beras sebanyak 25 kg, 2 dus mie instan, dan 3 liter minyak goreng," tulis Humas dan Protokol Pemkot Pekalongan dalam keterangan resminya, Kamis, 11 Februari 2021.

Namun demikian, setelah logistik yang dipesan melalui dana tak terduga datang, Dinsos-P2KB selaku penanggung jawab bantuan sosial, langsung memenuhi kebutuhan bantuan sebagaimana yang diminta. "Jadi, terkait dengan keadaan tersebut, kami mohon untuk bisa dimaklumi, karena tidak semua permintaan bisa kami akomodir segera," ungkapnya.

Sementara itu, mengenai salah satu petugas Dinsos Kota Pekalongan yang saat itu kedapatan sedang karaoke, Pemkot sangat memaklumi. Karena secara manusiawi mereka butuh penyemangat dan hiburan setelah melaksanakan tugas seharian penuh.

"Hal itu semata-mata untuk menghibur diri dan melepas kepenatan. Namun demikian, kalaulah perilaku tersebut dianggap kurang berkenan bagi warga, tentu atas nama Pemerintah Kota Pekalongan kami menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih, agar bisa kami lakukan pembinaan untuk perbaikan kedepan," ujarnya.

Stok Terbatas

Pemkot sangat berharap bantuan lintas sektor, seperti maupun donatur untuk membantu menyediakan kebutuhan logistik bagi korban banjir Kota Pekalongan. Sebab, jika hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah, tentu tidak akan tercukupi, mengingat saat ini anggaran banyak yang harus dialihkan dalam rangka mengatasi pandemi COVID-19.

"Kami menyadari, di tengah situasi dan kegelisahan warga atas musibah banjir yang terjadi sekarang ini, tentu semua orang mengharapkan untuk segera mendapatkan bantuan. Namun, karena ketersediaan stok logistik dan juga keterbatasan anggaran yang ada, maka kami harus memprioritaskan kepentingan masyarakat banyak melalui posko-posko atau dapur umum yang ada dibawah kendali dan tanggung wilayah kecamatan dan kelurahan," terang Pemkot.

Pihak pemkot juga menyadari di era keterbukaan informasi seperti sekarang, dimana masyarakat bisa secara bebas untuk memposting semua hal di medsos. Namun demikian, pemkot berharap sebelum memposting sebaiknya dilakukan klarifikasi terlebih dahulu, sehingga tidak terjadi salah tafsir dari masyarakat luas.

"Jangan lemahkan semangat para petugas tanggap bencana kami yang telah melaksanakan tugas siang dan malam, baik dari ASN, TNI, POLRI maupun Relawan dengan hal-hal seperti ini. Percayalah, bahwa kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa membeda-bedakan," katanya.