Kronologi Remaja 13 Tahun Diperkosa 4 Orang di Hutan Kota Jakarta Utara

Merdeka.com - Merdeka.com - Polres Metro Jakarta Utara telah berhasil menciduk empat pelaku kasus dugaan pemerkosaan terhadap remaja putri berumur 13 tahun di Hutan Kota Jakarta Utara. Mereka pun diamankan pada 6 September 2022 lalu.

"Jadi pelakunya ada empat sudah kami amankan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Febri Isman Jaya saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (17/9).

Febri menjelaskan kronologi pemerkosaan korban terjadi pada Kamis, 1 September 2022 di Hutan Kota, Jakarta Utara. Awalnya, salah satu pelaku yang melihat korban di taman tersebut mengajak berkenalan.

"Nongkrong di sana ketemulah salah satu ABH (anak yang berhadapan dengan hukum) ini dipeluk salah satunya, terus salah satu ABH ini, kamu mau enggak jadi pacar saya, si korban ini bilang enggak mau," kata Febri.

Usai ditolak, korban pun lantas pergi meninggalkan pelaku. Namun, ketika keesokan harinya pelaku mengajak tiga orang temannya untuk kembali mencari korban. Alhasil, ketika bertemu empat pelaku lantas melakukan aksi tidak senonohnya kepada korban.

"Yaudah dia ini lepas lagi, keesokan harinya ketemu lagi mereka di situ tapi ABH satu orang ini datang bersama teman-teman. (Total) ada 4 orang di situ. Dan 4 orang ini sudah putus sekolah bang udah enggak sekolah lagi," ujarnya.

Pelaku di Bawah Umur

Polisi yang mendapatkan laporan aksi pemerkosaan langsung menangkap para terduga pelaku. Keempat pelaku ditempatkan di Rumah Aman, Cipayung. Alasannya, para pelaku merupakan anak di bawah umur atau masuk kategori anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

"Empat orang anak (pelaku) ini sudah dititip ke Rumah Aman Cipayung jadi proses nya sudah ditangani sama Unit PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Jakarta Utara," ucapnya.

Karena pelaku merupakan anak di bawah umur, Febri mengatakan kasus ini telah ditangani Unit PPA dengan pendekatan sebagaimana UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Anak di bawah umur, makanya kami titip. Karena di bawah umur, di Undang-undang kan seperti itu kan harus dititipkan di Rumah Aman Cipayung. Jadi pelakunya ada empat sudah kami amankan," kata dia.

Febri enggan menjelaskan identitas para pelaku, termasuk korban pemerkosaan. Sebab, pelaku dan korban sama-sama anak di bawah umur. [tin]