Kronologi Tujuh Gerbong Kereta Api Keluar Jalur Rel di Malang

Syahrul Ansyari, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA - PT KAI Daops 8 Surabaya mengungkapkan kronologi rangkaian kereta api yang terdiri dari 7 gerbong ke luar dari jalur rel kereta api karena sedang proses langsir di Stasiun Malang, Kota Lama, sekitar pukul 15.02 WIB, Rabu, 18 November 2020.

Langsir adalah pergerakan rangkaian kereta, gerbong, atau hanya lokomotif untuk berpindah jalur rel. Perpindahan jalur terutama diperlukan untuk memisahkan atau merangkaikan kereta atau gerbong. Dalam kecelakaan ini, 7 gerbong berjalan mundur tanpa lokomotif.

"Rangkaian ini dalam proses langsir. Terkait penyebab anjloknya, masih dalam penyelidikan. Jadi ini rangkaian gerbong kereta lansiran, gerbong kereta cadangan," kata Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto.

Baca juga: Pemotor Gelantungan di Jembatan Kereta, KAI Peringatkan Warga

Suprapto mengatakan bahwa ketujuh gerbong kereta ini merupakan gerbong cadangan sehingga tidak ada penumpang di dalam kereta. Di mana salah satunya terdapat gerbong KA Gajayana jurusan Malang-Jakarta.

Dari 7 rangkaian gerbong itu hanya gerbong pertama sampai gerbong keempat saja yang anjlok atau keluar dari jalul rel kereta api.

Di saat yang bersamaan, sedang terjadi perbaikan rel. Sehingga saat insiden terjadi banyak pekerja di sekitar lokasi serta terdapat satu buah alat berat ekskavator mini berada di pinggir rel.

Setelah menabrak eskavator rangkaian gerbong keluar dari jalur kereta api. Sebab, saat pergantian rel jalur kereta api diputus sementara sehingga gerbong langsung keluar jalur.

"Rangkaian terdiri dari 7 gerbong kereta yang anjlok gerbong ke satu sampai ke empat sementara kelima sampai ketujuh tidak anjlok. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Suprapto.

Suprapto mengatakan saat ini fokus dari Daops 8 Surabaya adalah melakukan evakuasi kereta agar kembali ke jalur perlintasan. Targetnya, Kamis, 19 November 2020, rangkaian kereta api sudah kembali ke rel.

Akibat insiden ini, pihaknya memastikan tidak ada perjalanan KA yang mengalami keterlambatan, seluruhnya masih beroperasi secara normal.

"Bertahap kita lakukan evakuasi ke kondisi normal kita harapkan besok pagi gerbong kereta yang anjlok sudah bisa naik jalur Malang Kota Lama dan kembali normal. Tidak ada perjalanan KA yang mengalami keterlambatan, seluruhnya masih beroperasi secara normal. Hal tersebut dikarenakan perjalanan KA lainnya masih dapat melintas di jalur satu Stasiun Malang Kota Lama," tutur Suprapto.