Kronologis Insiden Pemuda Dipukul Satpam di Sentra Vaksinasi GBK

·Bacaan 2 menit

VIVA – Zaelani (27), seorang pemuda asal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur menjadi korban pemukulan satpam di sentra vaksinasi Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Peristiwa pemukulan itu terjadi pada Jumat lalu, 30 Juli 2021, di pos satpam Pintu 5 GBK.

Insiden pemukulan ini berawal ketika Zaelani menanyakan sertifikat vaksin. Saat dihubungi VIVA, Zaelani menceritakan kronologi kejadian itu.

Mulanya, dia menghubungi call center pusat informasi dan koordinasi COVID-19 di nomor 119 untuk menanyakan sertifikat vaksinnya yang belum masuk.

Oleh operator call center tersebut, ia diarahkan untuk menanyakan langsung ke GBK, tempatnya menerima vaksinasi. Ia pun datang ke GBK dengan tujuan untuk menanyakan persoalan tersebut di pos 5 GBK.

"Sampai di pos sekuriti lima, saya dilempar tuh ke Pos 2. Sampai di Pos 2, nyatanya di situ gak bisa, karena di situ untuk ojek online," kata Zaelani, saat dihubungi, Senin 2 Agustus 2021.

Akhirnya dia balik kembali ke pos 5. Di sana dia meminta untuk masuk untuk menemui panitia vaksin, dan sempat beradu argumen dengan petugas satpam.

Petugas satpam di pos 5 pun tak bisa menghadapi Zaelani yang bersikeras untuk masuk, dan akhirnya memanggil satpam lainnya. Zaelani kemudian malah dipukul oleh oknum satpam GBK yang tak mau kooperatif.

"Dia (sekuriti) akhirnya memanggil temannya. Saya jelasin juga ke temannya yang baru datang itu, tetap gak bisa (masuk). Nah, di situlah kejadian dipukul sama orang kedua yang baru datang. Dia pukul mungkin karena emosi saat saya ngeyel untuk masuk," ungkapnya.

Ia menyebutkan, bahwa satpam tersebut memukul pelipisnya menggunakan tangan hingga terpental ke belakang. Ia pun kabur setelah dihajar oleh oknum satpam tersebut.

Karena kabur, seorang satpam mengejar dan menangkapnya. Zaelani pun digiring kembali ke pos satpam. Zaelani mengaku diintimidasi dan dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan.

"Akhirnya saya dibawa ke pos sekuriti dan di situ saya diintimidasi. Ya akhirnya saya mau gak mau bikin surat pernyataan yang isinya itu damai. Kedua pihak damai di dalam surat itu, tapi yang tanda tangan saya sendiri di atas materai yang disiapin satpam, yang mukul itu enggak tanda tangan di surat," jelas Zaelani.

Sehari setelah kejadian itu, Zaelani mendatangi Mapolres Metro Jakarta Pusat untuk melaporkan semua perlakuan satpam GBK terhadap dirinya itu. Ia pun melaporkan insiden pemukulan, intimidasi, dan lainnya.

Diketahui, Zaelani telah divaksinasi pada bulan Mei lalu. Pada tanggal 3 Mei 2021, Zaelani divaksin dosis pertama kemudian suntikan dosis kedua dijalaninya pada 31 Mei 2021.

Namun, sertifikat vaksinasi dosis keduanya itu tidak pernah dikirim. Hal itulah yang membuatnya datang ke GBK untuk menanyakan masalah itu.

"Kalau sertifikat dosis pertama itu dikirim, sudah ada. Tapi yang kedua gak dikirim-kirim, jadi saya ke GBK untuk tanya, malah dipukul," tutup dia.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardhana membenarkan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor: LP/B/997/VII/2021/SPKT/Polres Metro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya.

"Benar sudah dterima laporannya, sementara kita tindaklanjuti dan dalam proses," kata Wisnu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel