KSAD Korek Kasus Pasukan Elite TNI Dihajar Preman Blok M, Pangdam Diam

Bayu Adi Wicaksono, Rifki Arsilan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Prajurit pasukan elite Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menjadi korban penganiayaan preman di Jalan Falatehan, Blok M, Jakarta Selatan, masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, kondisi prajurit TNI itu cukup serius karena mengalami masalah serius pada bagian kepalanya.

"Yang jelas (kondisi korban) ada keretakan pada tengkorak, sehingga cideranya cukup berat, itu yang saya terima baru kemarin pagi. Mungkin tidak terlalu jauh lah kondisinya saat ini," kata Jenderal TNI Andika kepada VIVA Militer di sela-sela peresmian Instalasi Tahanan Militer di Markas Pomdam Jakarta, Selasa, 20 April 2021.

Saat menerangkan kondisi prajurit TNI korban kekerasan preman di Blok M itu, sebenarnya di lokasi Jenderal TNI Andika juga didampingi Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya/Jayakarta, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Namun, saat Jenderal TNI Andika bertanya pada Mayjen TNI Dudung soal kondisi prajurit TNI itu, Mayjen TNI Dudung cuma bisa diam.

"Ada yang tahu update terakhir kabarnya," kata Jenderal TNI Andika ketika itu sembari menoleh ke Mayjen TNI Dudung. Tapi, Mayjen TNI dudung cuma diam saja.

KSAD mengorek informasi terkait kasus kekerasan ini kepada Mayjen TNI Dudung karena memang Kodam Jaya merupakan pihak yang paling berwenang dalam mengusut kasus tersebut.

Perlu diketahui, prajurit TNI itu dianiaya sekelompok preman pada Minggu pagi, 18 April 2021. Tak cuma prajurit TNI, preman juga menganiaya seorang anggota Brimob Polri hingga yang bersangkutan meregang nyawa di lokasi.

Baca: Prajurit TNI Penjaga Langit RI Dihukum Berat, Seragam Dicopot Jenderal