KSAD panen raya padi di Tulungagung

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menghadiri seremoni panen raya padi di Desa Mojoarum, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat.

Tetap mengenakan pakaian dinas militer khas TNI AD, Jenderal Dudung tampak larut dalam kegembiraan petani memanen tanaman padi yang telah menguning dan memasuki masa panen.

Bersama perwakilan pejabat Forkopimda Tulungagung, orang nomor satu di Kesatuan TNI AD ini dengan tangkas menyabit segenggaman rumpun tanaman padi hingga putus pada bagian pangkal batangnya, lalu menunjukkan hasil panenan kepada awak media yang meliput dari jarak tertentu.

"Menjadi salah satu tugas TNI untuk ikut serta menjaga ketahanan pangan," kata Jenderal Dudung dalam pidato sambutannya.

Saat ini, Dudung menyebut TNI mendapat penugasan membantu menyukseskan panen raya padi dan jagung di sebagian besar wilayah Indonesia dengan luasan mencapai 8 juta hektare.

Dari total luasan yang ditargetkan itu, sebanyak satu juta hektare merupakan tanaman padi. Sedangkan 7 juta hektare sisanya merupakan lahan untuk pertanian tanaman jagung.

Luasan lahan ini tersebar di beberapa titik, salah satunya di Desa Mojoarum. "Di desa ini ada 160 hektare tanaman padi siap panen dan ini menjadi salah satu tugas TNI untuk ikut serta menjaga ketahanan pangan," ujar Dudung.

Dalam kesempatan itu, Dudung juga menyalurkan bantuan kepada perwakilan para petani.

Bantuan yang disalurkan ini berupa traktor tangan, mesin pemotog padi, penyemprot tangan dan terpal. Bantuan tersebut diambilkan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan diperuntukkan bagi petani di wilayah yang terdapat tanaman tembakau.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas hasil panen mereka.

Selain itu, Dudung juga mengatakan TNI saat ini terlibat dalam program pengadaan air bersih.

Program TNI Mangunggal Air ini bertujuan untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat. Salah satunya di Desa Tenggaran, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.

Mereka membangun sumur bor di desa tersebut guna memenuhi kebutuhan air bersih warga desa. "Program ini juga dilakukan di beberapa titik lain yang warganya kesulitan air bersih," tuturnya.

Dudung juga menginstruksikan para Babinsa untuk mengetahui langsung kondisi warga di setiap desa. Mereka diminta mengecek langsung para warga dan mengetahui segala kebutuhannya.

Jika mereka menemukan ada warga yang harus dibantu, diminta segera melaporkan ke atasannya. "Kami berharap TNI bisa menjadi solusi bagi seluruh warga, mereka yang layak dibantu pasti akan dibantu," pungkasnya. (*)

Baca juga: KSAD minta doa TNI lebih dekat rakyat
Baca juga: Kebijakan KSAD ubah lahan tidur jadi lahan produktif dinilai positif