Dihajar Preman di Blok M, Tengkorak Pasukan Elite TNI Retak

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkap kondisi salah satu prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang menjadi korban pengeroyokan sejumlah preman di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada hari Minggu pagi, 18 April 2021.

Menurut Jenderal TNI Andika, saat ini salah satu anak buahnya yang bernama Serda Bornatus Boyau itu masih mendapatkan perawatan medis karena luka berat yang cukup parah akibat insiden pengeroyokan tersebut.

"Yang jelas (kondisi korban) ada keretakan pada tengkorak, sehingga cederanya cukup berat, itu yang saya terima baru kemarin pagi. Mungkin tidak terlalu jauh lah kondisinya saat ini," kata Jenderal TNI Andika Perkasa disela-sela peresmian Instalasi Tahanan Militer di Markas Pomdam Jakarta, Selasa, 20 April 2021.

Dalam kasus tersebut, Jenderal TNI Andika juga menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses penyelidikan yang saat ini dilakukan oleh Polda Metro Jaya.

Selain itu, lanjut Kasad, dirinya juga telah meminta kepada Komandan Polisi Militer Angkatan Darat dan Pangdam Jayakarta untuk melakukan pemeriksaan terhadap salah satu pasukan elit TNI Angkatan Darat yang menjadi korban pengeroyokan tersebut, guna mendalami kasus yang terjadi dan telah menewaskan salah satu anggota Brimob Polda Metro Jaya yang bernama Yohanes Samuel Biet.

"Jadi, kita tidak hanya mengejar pelaku, tapi kita akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena memang (kejadian) itu terjadi bukan ada pada jam normal bagi kami prajurit ada di situ. Oleh karena itu ini harus dihentikan, tidak boleh ini dilakukan karena tidak ada hubungannya (keberadaan prajurit di kafe) dengan tugas pokok TNI," katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, telah terjadi insiden pengeroyokan terhadap satu orang anggota TNI dan satu orang anggota Brimob yang diduga dilakukan oleh sekelompok preman di Kafe Obama yang terletak di Jalan Falatehan I, Kebayoran Lama atau yang berada di kawasan Blok M. Atas insiden itu, satu orang anggota Brimob yang bernama Yohanes Samuel Biet tewas, sementara satu orang anggota Kopasus menderita luka berat dan dilarikan ke rumah sakit.