KSAD Yakin Tidak Semua Prajurit TNI Asal Papua Berhianat Seperti Lucky

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan, kasus penghianatan yang dilakukan oleh salah satu oknum prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat yang bernama Pratu Lucky Y. Nathan alias Lukius alias Lukius Heluka tidak dapat digeneralisir kepada seluruh putra daerah Papua yang saat ini bergabung dan berada di lingkungan TNI.

Menurut orang nomor satu di Korps TNI Angkatan Darat itu, apa yang dilakukan oleh Pratu Lucky merupakan kesalahan pribadi yang sampai saat ini masih terus dilakukan diselidiki di internal TNI Angkatan Darat.

Bahkan, Jenderal TNI Andika membeberkan, sebenarnya kasus prajurit yang melarikan diri dan meninggalkan tugas sudah pernah terjadi sebelumnya, walaupun tidak sama persis dengan kasus yang terjadi di Papua.

"Karena saya terbuka, tidak bohong, setiap tahun begitu banyak (kasus prajurit meninggalkan satuan). Dan motivasinya beda-beda, ada yang karena punya hutang, ada yang mungkin merasa tidak cocok, ada yang mungkin karena masalah susila. Dan itu banyak dilakukan oleh prajurit dengan banyak latar belakang maupun etnis yang berbeda-beda. Jadi kami tidak mau langsung mengambil kesimpulan bahwa ini ada hubungannya dengan putra daerah, sama sekali tidak," kata Jenderal TNI Andika Perkasa di Markas Pomdam Jayakarta, Jakarta Selatan, Selasa, 20 April 2021.

Dia juga menegaskan, setiap prajurit yang melakukan pelanggaran tindak pidana pasti akan mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.

"Yang jelas tidak ada yang kami tidak proses secara hukum. Siapapun yang melakukan tindak pidana, dia harus mempertanggungjawabkan," ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Jenderal Andika, terkait dengan adanya kasus pembelotan yang dilakukan oleh oknum pasukan elit TNI Angkatan Darat itu, pihaknya telah melakukan evaluasi secara besar-besaran kepada seluruh pimpinan rantai komando tugas di satuannya. Hal itu dilakukan untuk mengingatkan kepada komandan satuan sampai ke tingkat bawah untuk membina prajurit dengan baik.

"Inilah yang kami lakukan. Jadi tidak hanya melihat individu yang melakukan tindak pidana, tetapi bagaimana leadership atau kepemimpinan di atas-atasnya. Kalau bagi seorang prajurit satu, gimana komandan peletonnya yang pangkatnya letnan itu, gimana komandan Kompinya apa yang sudah dilakukan sampai dengan komandan batalyon," katanya.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini TNI Angkatan Darat telah melakukan rekrutmen besar-besaran terhadap putra daerah asal Papua melalui jalur otonomi khusus untuk menjadi prajurit TNI AD. Lebih dari 1000 putra dan putri asal Papua saat ini telah berhasil mengikuti pendidikan TNI Angkatan Darat yang dilakukan di sejumlah provinsi di Pulau Jawa. Dan kini sudah menjadi prajurit TNI AD dan ditugaskan di berbagai satuan di seluruh Indonesia untuk memperkuat jajaran TNI Angkatan Darat di satuan masing-masing.

Baca: Dihajar Preman di Blok M, Tengkorak Pasukan Elite TNI Retak