KSAL Lepas Kapal Perang Pembawa Bantuan untuk Korban Banjir NTT

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono sore tadi kembali memberangkatkan satu alusista, yakni kapal perang milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut ke Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapal perang yang kali ini diberangkatkan adalah KRI Tanjung Kambani-971. KRI Tanjung Kambani berangkat membawa bantuan dari para donatur di Jakarta untuk para korban bencana alam banjir bandang dan longsor NTT.

Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, bantuan yang hari ini dikirimkan rencananya akan diserahkan kepada para korban banjir bandang dan tanah longsor di Lewoleba.

Kapal perang jenis angkut personel yang berada dibawah kendali Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) itu, lanjut KSAL, membawa bantuan berbagai jenis rupa mulai dari pakaian, selimut, makanan pokok, air mineral, obat-obatan, hingga genset, dan eksavator untuk membantu proses pembersihan area yang terlintas banjir bandang.

"Yang diangkut KRI Tanjung Kambani-971 ini jumlahnya 300 ton dan akan singgah di Surabaya untuk juga mengangkut bantuan dari wilayah Jawa Timur sejumlah 400 ton" kata Laksamana TNI Yudo Margono usai melepas KRI Tanjung Kambani-971 di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Senin, 12 April 2021.

Kapal perang yang dikomandani Letkol Laut (P) Tri Hidayat ini adalah KRI keempat yang dikerahkan TNI AL dalam operasi kemanusiaan bencana alam Flores Timur sejak pekan lalu.

Pada tanggal 5 April 2021 lalu, TNI Angkatan Laut telah telah berangkatkan kapal perang pertama, yaitu KRI Oswald Siahaan (OWA)-354 menuju tanah Larantuka, NTT. KRI OWA-354 berangkat membawa rumah sakit lapangan dan Batalyon Kesehatan Marinir TNI AL dari Surabaya.

Kemudian, TNI Angkatan Laut memberangkatkan KRI Semarang-594 pada tanggal 8 April lalu. KRI Semarang berangkat dari Dermaga JICT membawa bantuan sosial berupa beras, makanan cepat saji, mie instan, selimut, pakaian layak pakai dan sebagainya sebanyak 24 truk, dan dari Surabaya sebanyak 37 truk, dan langsung menuju wilayah Flores Timur Lembata dan Larantuka.

Selain membawa bantuan logistik, KRI Semarang-594 juga membawa kontainer medis beserta tenaga medisnya yang telah digunakan untuk membantu pelayanan Kesehatan bagi korban bencana banjir dan longsor di NTT.

Setelah itu, kapal perang ketiga yang diberangkat TNI AL adalah KRI Ahmad Yani-351. KRI Ahmad Yani dikerahkan untuk membantu distribusi bahan bantuan dari Kupang ke pulau Sabu.