KSP ajak mahasiswa cegah politik identitas dan adu domba jelang 2024

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengajak mahasiswa berperan aktif untuk mencegah politik identitas, polarisasi politik, dan "adu domba" yang dikhawatirkan terjadi menjelang Pemilu 2024.

"Kita masih ingat polarisasi yang terjadi di pemilu sebelumnya dan ini menimbulkan suasana tidak nyaman yang masih membekas hingga sekarang," kata Moeldoko saat beraudiensi dengan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Berdasarkan keterangan tertulis KSP, Moeldoko berharap agar para mahasiswa dapat menjaga suasana politik yang jernih.

Pemerintah, kata Moeldoko, selalu menerima kritik dari semua kalangan, termasuk mahasiswa. Dia menghargai upaya komunikasi yang dibangun oleh mahasiswa dengan pihak Istana Kepresidenan sebagai bagian dari proses pembentukan leadership atau kepemimpinan dalam diri generasi muda.

Baca juga: KSP: Forum Religion 20 semangat baru perdamaian global

Baca juga: Ketum Pepabri: Pemilih jangan lagi terjebak politik identitas dan uang

"Saya tidak pernah pusing kalau kalian mengkritik saya atau pemerintah. Saya tidak peduli tentang siapa yang menyampaikan kritik, saya tidak akan marah. Yang penting, tema dari kritik yang disampaikan jelas, supaya kita bisa tindaklanjuti. Sebagai seorang pelayan yang baik, sudah menjadi tugas kita untuk selalu mendengarkan kritik," kata dia.

Menurut keterangan Kantor Staf Presiden, KAMMI memiliki sekitar 16.000 kader di bawah 126 tingkat kepengurusan level kota dan kabupaten yang tersebar di 31 provinsi di Indonesia.

KAMMI datang beraudiensi dengan KSP untuk berdiskusi terkait peningkatan kapasitas, karakter, dan pendidikan kepemimpinan mahasiswa.

Selain itu, sebagai organisasi mahasiswa Muslim, KAMMI memiliki tujuan untuk menyamakan frekuensi dalam tujuan moderasi beragama seperti yang digaungkan oleh pemerintah.

Baca juga: TGB Zainul Majdi: politik identitas tidak boleh ada di Indonesia

"Kami menyadari bahwa sebagai organisasi kepemudaan, KAMMI butuh bekal agar tidak ikut polarisasi politik menjelang tahun politik 2024. Apalagi sebagai organisasi kemahasiswaan, kita juga harus independen dan netral secara politik. Kami bisa diterima di KSP ini adalah suatu penghargaan dan perhatian yang tinggi bagi mahasiswa dan organisasi kepemudaan," tuturKetua Umum KAMMI Zaki A. Rivai.