KSP: Bendungan Sadawarna dukung Pelabuhan Patimban-kawasan industri

Kelik Dewanto
·Bacaan 1 menit

Kantor Staf Presiden menyampaikan pembangunan Bendungan Sadawarna di Subang, Jawa Barat, akan mendukung Pelabuhan Patimban dan kawasan industri di wilayah tersebut.

Keberadaan Bendungan Sadawarna bisa menyuplai air bersih di dua wilayah tersebut serta mendukung pengembangan Patimban City dan Kawasan Metropolitan Rebana.

"Sebagai salah satu proyek strategis nasional, bendungan ini akan mendukung keberadaan Pelabuhan Patimban dan kawasan industri sekitar," ujar Tenaga Ahli Utama KSP Kedeputian I Helson Siagian saat meninjau pembangunan Bendungan Sadawarna sebagaimana dikutip dari siaran pers KSP di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan pembangunan Bendungan Sadawarna ini terdiri dari dua paket. Paket I dikerjakan oleh KSO Wijaya Karya, Daya Mulia Turangga, dan Barata Indonesia, sementara Paket II oleh KSO Nindya Karya dan Adhi Karya.

Baca juga: KSP: Pemerintah berhasil jaga ketersediaan barang dan jasa

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum melaporkan progres fisik telah mencapai 35,8 persen.

"Kami pastikan konstruksi bendungan berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan tuntas pada Oktober 2022," jelas Helson.

Helson menambahkan, kunjungan ini sekaligus menegaskan tugas Kedeputian I KSP dalam pengendalian program prioritas nasional dan pengelolaan isu strategis di bidang infrastruktur, energi, dan investasi.

Apalagi, kata dia, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan agar pembangunan infrastruktur terus dikebut untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Adi Rusman menyampaikan, Bendungan Sadawarna memiliki kapasitas tampungan 41 juta meter kubik dengan luas genangan 498 hektare.

"Selain pemenuhan air baku, bendungan ini juga bermanfaat untuk irigasi pertanian, tenaga listrik, dan pariwisata," terang Adi.

Sementara perwakilan BBWS Citarum Angga Prawira menyatakan Bendungan Sadawarna akan mendukung lumbung pangan Jawa Barat sekaligus mengurangi risiko banjir di tiga kabupaten yang dilalui Sungai Cipunagara, yaitu Subang, Sumedang, dan Indramayu.

Baca juga: KSP: Pemulihan ekonomi Indonesia bergerak positif
Baca juga: Pembangunan Waduk Sadawarna diminta dimulai di lahan Dahana