KSP: Demo Turun ke Jalan Tak Ada Empati Buat Nakes dan Pasien Covid

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menyayangkan rencana aksi demonstrasi yang menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal itu terkait dengan beredarnya pesan berantai dan berbagai unggahan di media sosial yang mengajak masyarakat untuk turun ke jalan.

Menurut Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi Politik, Juri Ardiantoro, menyatakan pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi sudah berkali - kalai menyampaikan tidak alergi terhadap kritik dan terbuka terhadap masukan apa pun dari berbagai pihak.

“Sebagaimana disampaikan Presiden, Pemerintah memahami bahwa kehidupan masyarakat saat ini sedang mengalami tekanan yang tidak ringan, tetapi kebijakan pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat harus diambil untuk menurunkan angka penularan Covid-19 yang sedang tinggi dan mencegah lumpuhnya rumah sakit akibat kewalahan menerima pasien,” kata Juri, Sabtu 24 Juli 2021.

Bahkan, lanjut Juri, kritik tersebut malahhan pertimbangan dalam mengambil kebijakan, termasuk dari pihak-pihak lain seperti akademisi,pakar, mahasiswa, organisasi masyarakat, dan pihak-pihak yang memberi perhatian terhadap penanganan Covid-19.

Terkait kebijakan pembatasan ini pun dibarengi dengan usaha-usaha untuk meringankan beban hidup masyarakat yang memiliki ketergantungan pada penghasilan harian. Jadi penolakan terhadap PPKM seharusnya tidak tepat.

“Oleh karena itu pemerintah menambah bantuan berupa pembagian beras, pendirian dapur-dapur umum, selain yang sudah berjalan seperti subsidi listrik, bansos, BLT dana desa, subsidi kuota internet, Program Keluarga Harapan (PKH), dan kartu sembako,” ujar Juri yang juga mantan Ketua KPU tersebut.

Juri menyampaikan, di saat yang sama pemerintah membangun sistem yang memudahkan dan meringankan pasien Covid-19. Diantaranya bagi yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) mendapatkan layanan telemedicine dan obat gratis.

Karena itu, Juri mengimbau penting sekali untuk menghindari aktivitas yang menyebabkan kerumunan. Seperti halnya aksi-aksi demonstrasi turun ke jalan, yang justru bisa menjadi kluster penyebaran Covid-19. Juri mengingatkan, saat ini daya penularan virus sangat cepat.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah empati terhadap semua yang berjuang memerangi Covid-19 seperti para tenaga kesehatan, dan saudara-saudara yang sedang berjuang sembuh. Juga empati kepada aparat yang menjaga masyarakat agar taat protokol kesehatan, dan terhadap masyarakat yang bahu membahu mengatasi pandemi serta berusaha meringankan beban ekonomi,” kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel