KSP dorong proyek Gas Jambaran Tiung Biru "onstream" Agustus 2022


Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong proyek Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di Bojonegoro, Jawa Timur, segera onstream Agustus 2022, agar dapat segera memenuhi permintaan energi yang terus meningkat di Pulau Jawa.

"JTB ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan gas di Pulau Jawa, oleh sebab itu kami mengapresiasi PT Pertamina EP Cepu, PT Rekind dan SKK Migas yang telah bekerja dengan serius. KSP akan terus mendorong agar JTB sudah bisa gas onstream pada bulan Agustus," kata Deputi I KSP Febry Calvin Tetelepta dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

KSP secara langsung memantau penyelesaian pembangunan proyek gas Jambaran Tiung Biru di Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis. KSP sudah mengawal proyek ini sejak tahun 2019 dan secara rutin mengkoordinasi rapat-rapat pertemuan antara pihak-pihak terkait.

Puncaknya pada rapat koordinasi yang diselenggarakan KSP Juni lalu, kementerian/lembaga terkait berkomitmen membantu PT Rekayasa Industri (Rekind) mencari solusi atas kendala-kendala yang ada di lapangan, termasuk kendala finansial.

Baca juga: Kementerian ESDM: Proyek Jambaran Tiung Biru capai 96,88 persen

Febry menambahkan, proyek bernilai Rp22 triliun ini memiliki keunggulan karena dibangun dengan komitmen tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 40 persen. Saat ini, proyek JTB mampu menyerap 70 persen tenaga kerja lokal putra daerah Bojonegoro serta 95 persen instalasi strategisnya dirakit dalam negeri.

Dia menekankan, tidak hanya memiliki peran strategis dalam pemenuhan energi, proyek lapangan gas terbesar di Indonesia ini juga akan menjadi pembangkit pertumbuhan ekonomi lokal, sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo.

"Timeline yang ada harus dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu. KSP ingin memastikan semua pihak mempunyai komitmen sama dalam penyelesaian proyek JTB ini. Isu pembiayaan dan pengadaan material tidak lagi menjadi masalah dan kita yakin JTB dapat berkontribusi untuk ketahanan energi di Indonesia," jelasnya.

Seperti diketahui, JTB menjadi salah satu PSN sektor energi yang ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Perpres Nomor 109 tahun 2020. Proyek JTB yang diharapkan menjadi salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia akan memiliki kapasitas produksi gas mencapai 192 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Baca juga: Progres infrastruktur gas Jambaran Tiung Biru telah 89 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel