KSP: Forum Religion 20 semangat baru perdamaian global

Deputi IV Kantor Staf Presiden Juri Ardiantoro menilai Forum Agama G20 atau Religion 20 (R20) menjadi semangat baru untuk menjadikan agama sebagai sumber solusi terciptanya perdamaian global.

Melalui forum tersebut, Juri Ardiantoro berharap pemimpin-pemimpin agama di dunia bisa meluruskan kembali substansi agama sebagai sumber moral etik yang memberikan bimbingan bagi kehidupan manusia, dan bukan sebagai alat pemecah belah.

"Seberapa pun perbedaan di antara kita semua, sekeras apa pun sejarah masa lampau yang kita lalui bersama, agama harus dikembalikan menjadi sumber kebaikan dan spirit perdamaian," kata Juri saat mengikuti Forum R20, di Nusa Dua Bali, Kamis, sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta.

Juri mengatakan bahwa pemimpin agama memiliki peran sangat penting dalam menciptakan perdamaian global, terlebih dunia saat ini sedang dihadapkan pada situasi yang sangat sulit. Pandemi COVID-19 masih menghantui dan ketegangan politik terjadi di berbagai belahan dunia yang akhirnya mendorong terjadinya krisis, baik energi, pangan, maupun keuangan global.

"Melalui forum ini, kita berharap bisa menghasilkan solusi bagi berbagai masalah global, terutama dalam menjawab tantangan krisis," katanya.

Juri juga memandang pelaksanaan Forum R20 menjadi bukti bahwa kiprah tokoh muslim Indonesia diakui oleh internasional, terlebih baru-baru ini lembaga riset independen The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) merilis nama Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, dan penceramah Habib Luthfi bin Yahya dalam daftar 50 tokoh muslim berpengaruh di dunia.

"Ini menjadi bukti adanya perbaikan citra muslim Indonesia di mata dunia. Presiden Jokowi berhasil menjaga Indonesia sebagai negeri muslim terbesar di dunia yang toleran dan moderat," jelas Juri.

Sebelumnya, Forum Agama G20 atau R20 secara resmi dibuka di Nusa Dua, Bali, Rabu (2/11). Pembukaan ditandai dengan penabuhan rebana tamborin di atas panggung oleh beberapa tokoh yang hadir.

R20 diinisasi oleh NU dan diketuai secara bersama dengan Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL). Forum ini dihadiri oleh lebih dari 400 undangan dari dalam dan luar negeri yang terdiri atas para pemimpin agama, sekte, dan aliran kepercayaan dari berbagai negara dengan jutaan pengikut.

Adapun tujuan R20, di antaranya untuk mencegah isu identitas sebagai senjata, membatasi penyebaran kebencian kelompok, mendorong diskusi yang jujur dan realistis di dalam komunitas agama, serta memasukkan nilai-nilai moral dan spiritual ke dalam kekuatan struktur geopolitik dan ekonomi.

Baca juga: Pimpinan Muhammadiyah tegaskan tidak pernah ingin ubah landasan negara
Baca juga: Pendeta perempuan Yahudi sebut R20 beri ruang minoritas untuk didengar