KSP: "Micro lockdown" kebijakan efektif cegah Omicron

·Bacaan 1 menit

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Abetnego Tarigan menilai rencana pemerintah menerapkan kebijakan micro lockdown jika ditemukan kasus COVID-19 varian Omicron di Tanah Air merupakan kebijakan yang efektif.

Hal tersebut disampaikan Abetnego menanggapi informasi soal adanya satu pasien COVID-19 yang lolos karantina di Wisma Atlet Jakarta.

"Bila ada kasus, maka micro lockdown dinilai menjadi kebijakan yang efektif," ujar Abetnego dalam siaran pers KSP, di Jakarta, Senin.

Baca juga: KSP akan urai masalah di kawasan pantai timur Sumatera

Seperti diketahui, sebelumnya Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan ada satu orang yang lolos karantina di Wisma Atlet Jakarta. Hal ini memicu kekhawatiran apakah sebenarnya varian Omicron sudah menyebar ke daerah lain.

Menurut Abetnego, sampai saat ini kasus COVID-19 varian Omicron berasal pelaku-pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu pintu-pintu masuk, pusat karantina, dan isolasi diperketat.

"Pemerintah terus tingkatkan testing dan tracing," kata Abet.

Baca juga: KSP: Pemerintah konsisten jaga kolaborasi dalam Reforma Agraria
Baca juga: KSP: Pemerintah berkomitmen tinggi untuk tingkatkan layanan vaksinasi

Selain itu, kata Abetnego, penerapan protokol kesehatan ketat dan percepatan vaksinasi menjadi strategi ampuh untuk menangkal transmisi lokal COVID-19 varian Omicron.

Abetnego menambahkan sebagai lembaga yang bertugas mengawal program prioritas Presiden dan Wakil Presiden, KSP akan terus melakukan pemantauan, terutama di titik-titik krusial seperti di bandara, pelabuhan, pusat-pusat karantina, dan isolasi.

"Monitoring sudah berlangsung sejak awal pandemi COVID19. Tentunya hasil monitoring ini dikomunikasikan oleh Kepala Staf Kepresidenan kepada Presiden," jelas Abetnego.

#ingatpesanibu
#sudahvaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel