KSP minta Pemprov Papua percepat vaksinasi empat klaster PON XX

Teguh Handoko
·Bacaan 1 menit

Deputi V Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani meminta pemerintah Provinsi Papua melakukan percepatan proses vaksinasi COVID-19 di empat kluster penyelenggaraan PON XX 2021 di antaranya Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Kabupaten Mimika.

"Harapan tersebut sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo yang menghendaki agar pelaksanaan vaksinasi rampung sebelum Oktober 2021 mendatang,"ungkap Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani melalui laman pemerintah Pemprov Papua, Sabtu.

Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo menggunakan diksi untuk PON Papua yaitu “Gas dan Rem”. Gas ini artinya PON dilaksanakan dengan penuh kegembiraan dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

Baca juga: Bupati Eltinus Omaleng jamin keamanan Mimika selama PON Papua

"Sedangkan rem-nya adalah protokol kesehatan dan vaksinasi,"ungkap Jaleswari.

Jaleswari mengakui, proses vaksinasi ini merupakan salah satu hal yang penting guna mewujudkan penyelenggaraan PON yang sukses dan aman dari COVID-19,"ujarnya pada gebyar vaksinasi COVID-19.

Diakuinya, kunci suksesnya vaksinasi COVID-19 dan event PON XX mendatang adalah koordinasi dari semua pihak baik pemerintah pusat dan pemkab.

Baca juga: 700 Personel TNI-Polri disiagakan amankan PON cluster Merauke

Jaleswari berharap ada koordinasi yang intens antara pusat dan daerah, guna memaksimalkan persiapan pelaksanaan PON di Papua.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Papua Dance Yulian Flassy memastikan segera menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi untuk mempercepat proses vaksinasi.

Sekda Papua Dance mengakui, ia telah menggagendakan rapat bersama PB PON Papua dalam waktu dekat, guna membahas pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di empat klaster penyelenggaraan agenda nasional itu.

"Ya pertama-tama mungkin kita mendata yang akan divaksin khususnya warga yang berada di sekitar venue PON Papua serta mengidentifikasi kendala dan masalah yang dihadapi di lapangan. Sehingga saat pelaksanaannya tidak ada hambatan-hambatan lagi,"ungkap Sekda.

Baca juga: Gubernur Papua minta kepala daerah klaster PON amankan wilayahnya