KSP pantau pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga

·Bacaan 1 menit

Kantor Staf Presiden (KSP) memantau pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster di Puskesmas Kramat Jati, Jakarta, Rabu.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo mengatakan, pelaksanaan vaksin booster (vaksin penguat) sudah berjalan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

"Kedatangan KSP di sini (Puskesmas Kramat Jati) untuk memastikan bahwa vaksin booster terlaksana mulai 12 Januari, prioritas lansia, dan gratis sesuai arahan dari Presiden," ujar Abraham dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Moeldoko: Jangan gampang cap negatif anak pejabat

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo memutuskan, vaksinasi dosis ketiga atau vaksin penguat COVID-19 diberikan gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia mulai 12 Januari 2022, dengan prioritas bagi lansia dan kelompok rentan.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat mengingat virus COVID-19 yang akan terus bermutasi.

Menurut Abraham, kebijakan Presiden menggratiskan vaksin penguat sangat membantu meyakinkan warga lansia untuk tidak ragu lagi divaksin. Kebijakan tersebut, tambah dia, juga mempermudah petugas Puskesmas menyosialisasikan vaksin booster kepada masyarakat.

"Kebijakan vaksin booster gratis ini juga menutup ruang-ruang terjadinya mark up (penggelembungan) dan permainan harga," jelas Abraham.

Menurut KSP, pelaksanaan vaksin dosis ketiga di Puskesmas Kramat Jati Jakarta berjalan lancar, dengan alur yang hampir sama seperti saat vaksin dosis satu dan dua. Terdapat seratus warga yang mendapat suntikan vaksin, dan hampir seluruhnya warga lansia.

Baca juga: KSP pantau harga minyak goreng di pasar
Baca juga: Pemerintah persiapkan daftar inventarisasi masalah untuk RUU TPKS
Baca juga: KSP: Vaksin penguat sudah dikaji ilmiah, tak perlu dikhawatirkan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel