KSP Pastikan Poster Capres Cawapres Puan Maharani-Moeldoko Tidak Benar

·Bacaan 1 menit
Kepala Staf Presiden Moeldoko saat wawancara dengan KLY di Jakarta, Rabu (16/1). Dalam wawancara tersebut Moeldoko memaparkan kinerja kerja pemerintahan Jokowi-JK hingga saat ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian menyatakan, poster undangan deklarasi capres-cawapres antara Ketua DPR sekaligus politikus PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Demokrat versi KLB Sumut sekaligus Kepala Staf Kepresiden (KSP) Moeldoko, tidak benar.

"Tidak benar itu, bisa dipastikan tidak benar," kata Donny Gahral Adian saat dikonfirmasi, Jumat (19/3/2021).

Donny menyatakan, poster Puan dan Moeldoko tersebut adalah kabar bohong. Pihaknya juga tidak mengetahui undangan tersebut. "Iya hoaks," ucap dia.

Partai Demokrat kubu Moeldoko telah memastikan, poster undangan deklarasi capres-cawapres Puan Maharani dan Moeldoko adalah hoaks.

Politikus Demokrat versi KLB Deli Serdang, Sumatera Utara Ilal Ferhard mengatakan, pihaknya mempertimbangkan untuk lapor ke polisi atas beredarnya poster fitnah itu.

"Nanti pasti," kata Ilal melalui pesan singkat, Jumat.

Ilal menduga, poster tersebut dibuat oleh kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). "Itu yang buat dari suruhan kubu AHY. Sama seperti menyuruh mahasiswa demo di depan Kantor DPP PD," kata Ilal.

Bantahan Demokrat Kubu AHY

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani membantah poster undangan deklarasi capres-cawapres Puan Maharani dan Moeldoko dibuat oleh pihak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Demokrat tidak mengetahui adanya poster itu.

"Partai Demokrat tak tahu-menahu dengan ini," kata Kamhar lewat pesan singkat, Jumat (19/3/2021).

Menurutnya, banyak hal yang lebih penting diurus partai Demokrat. Ketimbang, membuat poster Puan-Moeldoko.

Kamhar memaklumi bila poster itu adalah tuduhan tersembunyi dari kubu KLB Demokrat Deli Serdang. Dia mengtakan, kubu KLB hanya sibuk memfitnah.

"Kalau insinuasi itu dari gerombolan KLB abal-abal, kita maklumi. Memang bisanya hanya memfitnah, berbohong dan memanipulasi kebenaran," pungkas Kamhar.

Reporter: Muhammad Genantan

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: