KSP: Penjemputan Pengungsi Konflik Sampang Bukti Masyarakat Toleran

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebagian warga pengungsi akibat konflik di Sampang kembali ke kampung halaman, Jumat (29/4). Mereka dijemput dari pengungsian dan diantar kembali ke rumah masing-masing.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Rumadi Akhmad mengatakan, penjemputan dan pemulangan mantan pengikut aliran Syiah tersebut, sudah mempertimbangkan berbagai hal. Termasuk penerimaan sosial masyarakat Sampang.

"Penjemputan pengungsi konflik Sampang ini menjadi bukti adanya penerimaan sosial masyarakat," kata Rumadi di Jakarta, Minggu (1/5).

Rumadi memastikan, penjemputan tahap pertama ini akan diikuti tahap-tahap berikutnya. Tentunya dengan mempertimbangkan kesiapan semua aspek. Pemerintah pusat maupun daerah, kata dia, akan terus bekerja untuk mengakhiri pengungsian yang disebabkan konflik keagamaan.

"Bukan hanya pengungsi akibat konflik Sampang, tapi juga di berbagai tempat yang lain," ujar Rumadi.

Rumadi mengklaim pihaknya ikut mengawal penyelesaian konflik Sampang yang terjadi pada 2012 lalu. Diantaranya, dengan memfasilitasi kementerian/lembaga bersama pemda dan tokoh agama, dalam percepatan penyelesaian konflik.

"Termasuk juga mengawal proses baiat pada 2020 lalu," pungkas Rumadi.

Untuk diketahui, Bupati Sampang, Slamet Djunaidi bersama pimpinan Forkopimda melakukan penjemputan dan pemulangan pengungsi korban konflik Sampang, yang sudah tinggal selama 10 tahun di Rusunawa Jemundo Sidoarjo, Jum'at (29/4).

Penjemputan dan pemulangan ini dilakukan secara bertahap. Kali ini, penjemputan dilakukan sebanyak 53 jiwa dengan rincian 14 Kartu Keluarga (KK). [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel