KSP: PLTS Hybrid Nusa Penida akan dukung KTT G20 Bali

Kantor Staf Presiden (KSP) mengatakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida, Klungkung, Bali, ditargetkan selesai Oktober 2022 agar dapat mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022.

“Saya sangat mengapresiasi pembangunan PLTS Hybrid Nusa Penida untuk mendorong laju transformasi energi hijau. Yang lebih membanggakan, potensi yang sangat besar ini dimunculkan dari kawasan bukit kapur yang dianggap tidak produktif untuk menghasilkan sesuatu,” kata Kepala Staf Presiden, Moeldoko, saat meninjau PLTS Hybrid di Desa Suana, Klungkung, Bali, Senin, sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta.

Moeldoko mengatakan PLTS yang dibangun di lahan PT Indonesia Power ini akan meningkatkan pasokan listrik di kawasan Bali, sekaligus mendukung percepatan transformasi energi fosil menjadi energi hijau. Saat ini proses pembangunan PLTS Nusa Penida telah mencapai 82 persen.

Menurut KSP, PLTS ini dapat menghasilkan 6.387 Megawatt hour (MWh) atau setara dengan kebutuhan 3.000 rumah. Energi ramah lingkungan PLTS Hybrid ini diharapkan mampu menurunkan emisi karbon sebesar 3.200 ton karbon dioksida per tahun.

Selain itu, PLTS ini juga akan mendukung penurunan pemakaian BBM sebesar 1,5 juta liter per tahun atau setara dengan pengeluaran anggaran sebesar Rp19,4 T per tahun.

“Kita perlu lingkungan yang sehat. PLTS ini akan mengurangi emisi karbon cukup besar. Tentu ini baik untuk masa depan anak-anak Indonesia,” kata Moeldoko.

PLTS Hybrid Nusa Penida juga mendukung rencana pemerintah terkait bauran energi terbarukan yang mencapai 23 persen pada 2025, tambah Moeldoko.

Dalam kunjungannya, Moeldoko menemui para pekerja proyek pembangunan PLTS dan memberikan apresiasi.

“Karya Anda akan dikenang karena memberikan kontribusi untuk mewujudkan lingkungan bersih, membawa perubahan menuju masa depan yang baik dan bisa menarik daya wisata ke Nusa Penida,” ucapnya.

Baca juga: PLN bangun PLTS Hybrid kapasitas 1,3 MWp di Selayar

Baca juga: EMITS sambut baik rencana interkoneksi jaringan listrik di Indonesia