KSP: RI berperan penting bentuk tatanan global yang resilien lewat G20

Kantor Staf Presiden (KSP) menyatakan bahwa Indonesia memiliki peran yang sangat penting untuk berkontribusi membentuk tatanan global yang resilien terhadap wabah ataupun pandemi di masa depan lewat Presidensi G20.

“Melalui G20 diharapkan Indonesia mampu menyediakan kebijakan ekonomi yang tepat dan baik. Selain itu, Indonesia juga dapat memperjuangkan kepentingan nasionalnya dengan mendapatkan dukungan internasional,” kata Tenaga Ahli Utama KSP Brian Sriprahastuti dalam Gebyar Bangga G20 di Jakarta, Jumat.

Brian menyatakan G20 yang puncaknya akan digelar pada tanggal 15-16 November 2022 di Nusa Dua, Bali itu, memiliki tiga isu utama yang dibahas dalam acara tersebut, yakni transisi energi berkelanjutan, transformasi digital dan arsitektur kesehatan global.

Indonesia sendiri melalui Presiden RI Joko Widodo telah menyatakan komitmennya untuk mendorong perbaikan pada arsitektur kesehatan yang lebih resilien terhadap ancaman kesehatan di masa depan.

Menurut Brian semua pembahasan dalam G20 sangat berhubungan dengan pengalaman dunia ketika menghadapi berbagai pandemi. Dengan demikian, Indonesia berperan untuk menciptakan ketahanan sistem global yang inklusif, berkeadilan dan responsif terhadap krisis.

Hal lain yang dapat Indonesia lakukan adalah dengan memperkuat distribusi pusat manufaktur dan penelitian bagi kesehatan secara global, untuk mengatasi potensi krisis kesehatan. Perlu juga untuk melakukan penguatan kolaborasi dan kekuatan pembenahan dalam mengatasi potensi krisis di masa depan.

Baca juga: BKKBN: Gunakan G20 untuk terjemahkan tiap kebijakan pada masyarakat

Baca juga: BKKBN: G20 waktu tepat sosialisasikan Bangga Kencana dan stunting

Oleh karenanya, ia meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menyukseskan G20 dengan mempromosikan konferensi tingkat tinggi itu, kepada seluruh masyarakat dengan menggerakkan ribuan lini lapangan yang dimilikinya.

Dengan menggerakkan lini lapangan, maka semua isu atau berita terkait G20 dapat sampai kepada tiap keluarga, terutama yang terkait dengan arsitektur kesehatan global dalam capaian pembangunan bidang kependudukan dan keluarga berencana ataupun stunting.

“Kolaborasi dan kerja sama untuk percepatan penurunan stunting sebagaimana amanat dari Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 sejalan, juga sejalan dengan SDGs. Momentum G20 ini dapat kita manfaatkan untuk menyampaikan kepada dunia, bahwa Indonesia memiliki komitmen dan berusaha semaksimal mungkin untuk terus menurunkan prevalensi stunting,” ucap Brian.

Brian berharap adanya peran besar Indonesia dalam G20 dapat memberikan dampak besar pada peningkatan investasi maupun pertumbuhan ekonomi di masa depan.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menjalankan tugas Presidensi G20 dengan optimal. Kesuksesan Presidensi G20 akan berdampak luas pada banyak hal dan akan meningkatkan kepercayaan global terhadap stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia,” katanya.

Baca juga: BKKBN dukung G20 lewat Gerakan Keluarga Indonesia Bangga

Baca juga: Jubir G20: Masyarakat dunia perlu mempersiapkan diri hadapi pandemi